Jakarta, MI– Pemerintah memastikan pembangunan Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII) tetap berlokasi di Bali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan keputusan tersebut tidak berubah meski sebelumnya menuai kritik terkait sejumlah keterbatasan regulasi di Pulau Dewata, termasuk aturan pembatasan tinggi bangunan.
Airlangga mengatakan Bali dipilih karena dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan konsep pusat finansial internasional kelas dunia. Menurutnya, kawasan keuangan global tidak harus berada di pusat kota yang padat, melainkan membutuhkan lingkungan yang mendukung kualitas hidup, layanan kesehatan, serta ekosistem investasi berstandar internasional.
"Untuk wilayahnya dipastikan akan tetap di Bali," tegas Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, konsep tersebut mengacu pada sejumlah pusat keuangan dunia yang dibangun di kawasan khusus dengan lingkungan yang nyaman dan tidak terlalu sibuk. Karena itu, Bali dinilai memiliki daya saing untuk menarik investor global.
"Pusat finansial internasional erat kaitannya dengan lifestyle. Tidak terlalu busy seperti di beberapa negara lain. Bali menjadi salah satu lokasi yang memenuhi syarat, termasuk karena memiliki fasilitas kesehatan kelas dunia dan sudah ada KEK Sanur," ujar Airlangga.
Keputusan mempertahankan Bali sebagai lokasi PFII sekaligus menjadi sinyal pemerintah bahwa proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana, meski mendapat berbagai masukan dari kalangan pelaku industri dan pengamat. Sebelumnya, sejumlah pihak menilai Bali menghadapi tantangan regulasi yang perlu dibenahi agar mampu bersaing dengan pusat-pusat keuangan internasional lainnya.
Pemerintah kini tengah mempercepat penyusunan regulasi pendukung agar pusat finansial internasional tersebut segera memiliki landasan hukum yang kuat dan mampu menarik investasi global ke Indonesia.
Dengan konsep tersebut, PFII diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan sektor jasa keuangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat bisnis dan investasi di kawasan Asia.**
