Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menargetkan 800 BUMN yang terus merugi ditutup hingga akhir 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui BPI Danantara untuk memangkas pemborosan dan menghemat anggaran negara.
Prabowo mengatakan, sebanyak 240 BUMN sudah ditutup. Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi 250 pada akhir Juli.
“Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup,” ujar Prabowo saat meresmikan bendungan di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).
Menurut Prabowo, penutupan BUMN telah menghemat anggaran negara hingga hampir Rp70 triliun, terutama dari pemangkasan biaya direksi dan operasional.
“Dari gaji direksi saja sampai sekarang overhead, dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun. Rp70 triliun sudah kita hemat saudara-saudara," katanya.
Prabowo mengaku terkejut karena jumlah BUMN sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 entitas. Menurutnya, banyak perusahaan pelat merah justru menjadi beban negara.
“Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat," ungkap Prabowo.
Sebelumnya, BPI Danantara mempublikasikan kinerja sejumlah BUMN sepanjang April 2025-April 2026. Sejumlah perusahaan pelat merah dilaporkan mencatatkan kenaikan laba di tengah proses transformasi.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan masih banyak BUMN lain yang juga menunjukkan perbaikan kinerja.
“Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan,” ujar Rohan lewat siaran pers, Kamis (2/7/2026).
Rilis tersebut muncul di tengah sorotan atas belum terbitnya laporan keuangan konsolidasian Danantara. Rohan memastikan laporan itu masih dalam proses audit.
“Akan disampaikan setelah seluruh proses audit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Selain melakukan transformasi BUMN, Danantara juga mulai berinvestasi di pengembangan ekosistem haji dan umrah di Makkah serta proyek waste-to-energy untuk pengelolaan sampah.
