Jakarta, MI - Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi mulai memudar. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 turun ke level 117,8, menjadi titik terendah dalam sembilan bulan terakhir.
Capaian tersebut merupakan level terendah sejak September 2025, ketika IKK berada di angka 115. Dibandingkan Mei 2026, indeks keyakinan konsumen juga melemah cukup signifikan dari 120,9 menjadi 117,8.
Meski demikian, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menilai kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional masih berada di zona optimistis karena IKK tetap bertahan di atas level 100.
“Hal ini tercermin dari IKK Juni 2026 yang berada di level optimis,” ujar Ramdan, dalam keterangannya.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, keyakinan konsumen relatif stabil dengan indeks bergerak di kisaran 120,9 hingga 127. Namun, tren tersebut mulai berbalik pada Juni seiring melemahnya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ekonomi enam bulan ke depan.
Hal itu tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun dari 112,2 menjadi 109,2. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga terkoreksi dari 129,7 menjadi 126,4.
Pelemahan IKE dipicu penurunan di seluruh indikator utama. Indeks penghasilan saat ini turun dari 123,2 menjadi 119,8, indeks ketersediaan lapangan kerja melemah dari 105 menjadi 101,8, sedangkan indeks pembelian barang tahan lama ikut turun dari 108,3 menjadi 105,9.
Berdasarkan kelompok pendapatan, konsumen dengan penghasilan di atas Rp5 juta per bulan masih menjadi kelompok yang paling optimistis terhadap kondisi ekonomi dibandingkan masyarakat dengan pendapatan lebih rendah.
Sementara dari sisi demografi, optimisme tertinggi tercatat pada responden berusia 20-30 tahun, melampaui kelompok usia yang lebih tua.
Secara regional, penurunan keyakinan konsumen paling tajam terjadi di Makassar, Banten, dan Medan.
