BREAKINGNEWS

Rupiah Bergejolak di Pasar Global, Sempat Dekati Rp18.200 per Dolar AS Imbas Ketegangan AS-Iran

Rupiah Bergejolak di Pasar Global, Sempat Dekati Rp18.200 per Dolar AS Imbas Ketegangan AS-Iran
Rupiah Bergejolak di Pasar Global, Sempat Dekati Rp18.200 per Dolar AS Imbas Ketegangan AS-Iran

Jakarta, MI– Nilai tukar rupiah di pasar offshore kembali mengalami tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pada perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF), Selasa (14/7/2026), rupiah bahkan sempat mendekati level Rp18.200 per dolar AS, mencerminkan tingginya kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko global.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp18.158 per dolar AS, kemudian melemah hingga Rp18.182 per dolar AS, sebelum akhirnya berbalik menguat tipis ke kisaran Rp18.151 per dolar AS. 

Pergerakan yang fluktuatif tersebut menunjukkan tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sentimen negatif datang dari memanasnya hubungan Washington dan Teheran. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pemberlakuan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz, disertai tuntutan kompensasi terhadap kargo yang melewati jalur tersebut, memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya rantai pasok energi dunia.

Situasi tersebut langsung mendorong lonjakan harga minyak mentah Brent hingga sekitar 9,59 persen ke level US$83,3 per barel. Pada saat yang sama, investor berbondong-bondong memburu aset safe haven sehingga memperkuat posisi dolar AS, dengan indeks dolar naik ke kisaran 101,28.

Penguatan dolar membuat ruang penguatan mata uang Asia menjadi sangat terbatas. Sebagian besar mata uang regional bergerak melemah atau hanya mencatat kenaikan tipis karena investor memilih mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum mereda dan harga energi tetap tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas nilai tukar, mengingat Indonesia masih sensitif terhadap gejolak eksternal yang memengaruhi arus modal dan perdagangan internasional.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Bergejolak di Pasar Global, Sempat Dekati Rp18.200 per Dolar AS Imbas Ketegangan AS-Iran | Monitor Indonesia