BREAKINGNEWS

Harga Emas Terjun 2%, Sentuh Level Terendah dalam Dua Pekan

Harga Emas Terjun 2%, Sentuh Level Terendah dalam Dua Pekan
Harga emas dunia jatuh lebih dari 2% dan menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan pada Kamis (16/7/2026) (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Harga emas dunia ambruk lebih dari 2% dan menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Tekanan datang dari memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi kembali menguat. Dampaknya, pelaku pasar semakin yakin Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga minat terhadap emas sebagai aset tanpa imbal hasil ikut melemah.

Harga emas spot tercatat turun 2,07% ke level USD3.976,58 per troy ons.

Di saat yang sama, harga minyak masih bertahan di kisaran tertinggi dalam sebulan terakhir setelah muncul kekhawatiran terhadap pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran tersebut dipicu laporan bahwa Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran minyak di Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.

Lonjakan harga energi dinilai memperbesar risiko inflasi, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan mengurangi daya tarik emas.

"Kembali naiknya harga minyak dan bertahannya harga Brent di level tinggi membuat pasar memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih meningkat. Bahkan, ada kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga paling cepat pada September," kata Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek, dikutip dari Reuters.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 53% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terus naik, sementara indeks dolar AS menguat 0,2%. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang selain dolar AS.

Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk menekan inflasi. Meski begitu, ia belum memberikan petunjuk terkait arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda. Inflasi konsumen AS pada Juni melambat, disusul penurunan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) sehari setelahnya.

Namun, kondisi tersebut belum cukup mengubah pandangan pasar.

"Meski sebagian data ekonomi jangka pendek mulai melemah, harga energi yang tetap tinggi akan menyulitkan The Fed mengambil sikap yang lebih dovish. Untuk alasan yang sama, investor saat ini lebih memilih dolar AS dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil," ujar Analis Pasar Forex.com, Fawad Razaqzada.

Tekanan jual juga menghantam logam mulia lainnya. Harga perak spot merosot 3,6% menjadi USD55,68 per ons, platinum turun 3,1% ke USD1.621,83 per ons, sementara paladium mencatat penurunan terdalam dengan anjlok 4,1% menjadi USD1.260,70 per ons.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Harga Emas Terjun 2%, Sentuh Level Terendah dalam Dua Pekan | Monitor Indonesia