Jakarta, MI - Pasar keuangan domestik dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut dibuka menguat di tengah respons positif investor terhadap sejumlah sentimen dalam negeri.
Mengacu pada data perdagangan pagi, rupiah dibuka naik tipis 6 poin atau 0,03% ke level Rp17.980 per dolar AS, membaik dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.986 per dolar AS.
Penguatan ini memperpanjang tren positif yang tercatat sehari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026), rupiah melonjak 82 poin atau 0,45% setelah berakhir di level Rp17.986 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.068 per dolar AS.
Di saat yang sama, IHSG juga mengawali sesi perdagangan dengan kenaikan 4,63 poin ke level 6.112,84.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino, khususnya untuk menjaga pasokan pangan dan mengendalikan inflasi.
Menurutnya, kesiapan pemerintah meredam potensi gejolak harga pangan dipandang mampu menekan risiko inflasi sehingga menjadi sentimen positif bagi pasar.
“Rencana pemerintah menjaga inflasi dan langkah yang akan dijalankan untuk mitigasi dampak el-nino diapresiasi positif pelaku pasar,” kata Rully, Kamis (16/7/2026).
Sebelumnya, pemerintah memastikan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau dan ancaman penurunan produksi pangan akibat El Nino. Salah satunya dengan menjaga kecukupan cadangan pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menyatakan stok cadangan pangan pemerintah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Selain itu, pelaku pasar juga mulai mengambil posisi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan depan.
Rully memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Fokus bank sentral diperkirakan tetap pada bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta intervensi di pasar valuta asing dan Surat Utang Negara (SUN).
Dari eksternal, sentimen pasar juga mendapat dorongan setelah S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek stabil, yang menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade.
