BREAKINGNEWS

Bank Mandiri Perkuat Tata Kelola dan Keamanan Siber, Layanan Digital Makin Andal untuk Nasabah

Bank Mandiri Perkuat Tata Kelola dan Keamanan Siber, Layanan Digital Makin Andal untuk Nasabah
Bank Mandiri memperkuat tata kelola perusahaan dan ketahanan siber melalui implementasi Cyber Resilience Framework guna memastikan layanan perbankan digital tetap aman, andal, dan terpercaya. Penguatan tersebut didukung teknologi keamanan berlapis, pengawasan siber 24/7, serta penerapan Good Corporate Governance (GCG) sesuai standar regulator. (Foto: Dok MI/Aswan)

Jakarta, MI Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, andal, dan terpercaya melalui penguatan tata kelola perusahaan serta sistem keamanan siber.

Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi semangat Melayani Sepenuh Hati, sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang semakin kompleks.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi Bank Mandiri Cyber Resilience Framework, sebuah kerangka kerja terintegrasi yang menggabungkan penguatan operasional, perlindungan sistem teknologi informasi, tata kelola perusahaan, hingga peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini organisasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan perkembangan industri perbankan digital tidak hanya menuntut inovasi yang berkelanjutan, tetapi juga membutuhkan fondasi tata kelola dan manajemen risiko yang kuat agar kepercayaan nasabah tetap terjaga.

Menurutnya, Bank Mandiri menerapkan sistem perlindungan berlapis pada seluruh kanal digital guna memastikan setiap akses dan transaksi berlangsung secara aman, tervalidasi, serta tetap berada dalam kendali penuh nasabah.

"Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi. Tata kelola yang kuat inilah yang membuat nasabah tetap merasa nyaman bersama Bank Mandiri dalam setiap interaksi dengan layanan yang tersedia," ujar Adhika dalam keterangan resminya.

Penguatan sistem keamanan tersebut diterapkan pada seluruh platform digital unggulan Bank Mandiri, mulai dari Livin' by Mandiri, Kopra by Mandiri, hingga Livin' Merchant.

Pada aplikasi Livin' by Mandiri, perlindungan diperkuat melalui fitur biometric login berbasis pengenalan wajah, smart protection yang membatasi akses ketika perangkat berada dalam kondisi berisiko, seperti saat menerima panggilan telepon, serta fitur card control yang memungkinkan nasabah mengatur PIN maupun memblokir kartu secara mandiri melalui aplikasi.

Sementara itu, Kopra by Mandiri mengandalkan sistem multi-layer authorization melalui autentikasi token berbasis QR untuk menjaga keamanan transaksi korporasi. Adapun Livin' Merchant dibekali beragam metode verifikasi, mulai dari kata sandi, PIN, hingga face recognition, guna mendukung keamanan transaksi para pelaku usaha.

Seluruh sistem keamanan tersebut diperkuat dengan Security Operation Center (SOC) yang beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk memantau infrastruktur teknologi informasi, mendeteksi potensi ancaman siber secara real time, serta melakukan respons cepat terhadap berbagai risiko keamanan digital. Bank Mandiri juga terus memperkuat pengelolaan hak akses pengguna serta melakukan asesmen keamanan terhadap mitra dan pihak ketiga sebagai bagian dari pengendalian risiko secara menyeluruh.

Tak hanya berfokus pada aspek teknologi, Bank Mandiri juga secara konsisten membangun budaya keamanan informasi melalui peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan dan pemangku kepentingan. Implementasi kebijakan keamanan informasi pun terus diselaraskan dengan kebutuhan bisnis serta perkembangan regulasi yang berlaku.

Komitmen tersebut diperkuat melalui berbagai sertifikasi internasional yang mencakup pengelolaan keamanan informasi, operasional teknologi informasi, layanan berbasis cloud, hingga pengelolaan Security Operation Center. Selain itu, Bank Mandiri juga telah memiliki laboratorium forensik digital berstandar internasional untuk mendukung investigasi dan penanganan insiden keamanan siber secara profesional.

Di sisi tata kelola perusahaan, Bank Mandiri terus mengoptimalkan implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, penguatan fungsi pengendalian internal, penerapan kebijakan perlindungan data, serta pengelolaan Whistleblowing System yang dilakukan secara independen dan akuntabel.

Konsistensi tersebut tercermin pada raihan Corporate Governance Perception Index (CGPI) Bank Mandiri yang mencapai 95,30, menempatkan perseroan dalam kelompok perusahaan dengan praktik tata kelola terbaik di Indonesia.

Penguatan tata kelola juga dijalankan dengan mengacu pada berbagai ketentuan regulator, termasuk prinsip tata kelola yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta regulasi Bank Indonesia terkait penyelenggaraan layanan dan manajemen risiko perbankan. Melalui kepatuhan terhadap regulasi tersebut, Bank Mandiri memastikan seluruh proses bisnis dan layanan digital berjalan secara transparan, akuntabel, serta mampu memberikan perlindungan optimal bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi antara tata kelola, inovasi, dan manajemen risiko untuk menghadirkan layanan perbankan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh nasabah serta pemangku kepentingan," tutup Adhika. (wan)

Topik:

Aldiano Rifki

Penulis

Video Terbaru

Bank Mandiri Perkuat Tata Kelola dan Keamanan Siber, Layanan Digital Makin Andal untuk Nasabah | Monitor Indonesia