BREAKINGNEWS

TOBA Bidik Pinjaman Rp1,79 Triliun untuk Perkuat Bisnis Pengelolaan Limbah di Singapura

TOBA Bidik Pinjaman Rp1,79 Triliun untuk Perkuat Bisnis Pengelolaan Limbah di Singapura
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)

Jakarta, MI– PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) bergerak agresif memperkuat ekspansi bisnis ramah lingkungan. Emiten energi tersebut dikabarkan tengah memburu pinjaman swasta senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun untuk membiayai pengembangan unit pengelolaan limbahnya di Singapura, Cora Environment.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bloomberg, dana jumbo tersebut akan digunakan untuk mendukung belanja modal (capital expenditure/capex) sekaligus mempercepat pengembangan bisnis pengelolaan limbah yang menjadi salah satu fokus transformasi perusahaan.

Sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut TOBA telah menjajaki pembicaraan dengan berbagai penyedia dana pinjaman swasta guna mengukur minat investor terhadap skema pembiayaan yang disiapkan. Struktur pendanaan yang dibahas disebut berpotensi menggunakan model hibrida atau mengandung komponen yang menyerupai ekuitas.

Meski demikian, proses negosiasi masih berada pada tahap awal sehingga nilai maupun skema pembiayaan masih berpeluang berubah sesuai hasil pembahasan dengan calon pemberi pinjaman.

Di tengah upaya mencari pendanaan baru, TOBA sebelumnya juga telah menyelesaikan pembiayaan kembali (refinancing) senilai S$385 juta. Dana tersebut digunakan untuk melunasi pinjaman akuisisi sebesar S$300 juta serta fasilitas mezzanine senilai S$50 juta yang sebelumnya diberikan oleh Muzinich & Co.

Dalam transaksi refinancing tersebut, DBS Group Holdings bertindak sebagai satu-satunya penjamin emisi (sole underwriter), sebagaimana diumumkan perusahaan pada 26 Juni 2026.

Hingga kini TOBA belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pendanaan baru tersebut. Sementara itu, DBS maupun Muzinich memilih tidak memberikan komentar mengenai proses yang masih berlangsung.

Langkah mencari pembiayaan baru ini memperlihatkan keseriusan TOBA dalam memperbesar bisnis pengelolaan limbah dan energi hijau di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai pemain sektor energi berbasis batu bara itu dalam beberapa tahun terakhir terus mengakselerasi transformasi menuju portofolio bisnis yang lebih berorientasi pada keberlanjutan dan ekonomi hijau.

Jika pendanaan berhasil diperoleh, tambahan modal tersebut diperkirakan akan memperkuat posisi TOBA dalam mengembangkan infrastruktur pengelolaan limbah modern sekaligus memperluas bisnis lingkungan di pasar regional.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

TOBA Bidik Pinjaman Rp1,79 Triliun untuk Perkuat Bisnis Pengelolaan Limbah di Singapura | Monitor Indonesia