BREAKINGNEWS

Barantin Tindak Lanjuti Rekomendasi Audit GACC untuk Jaga Ekspor Indonesia ke Tiongkok

Barantin Tindak Lanjuti Rekomendasi Audit GACC untuk Jaga Ekspor Indonesia ke Tiongkok
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding (Foto. Barantin)

Jakarta, MI – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bergerak cepat menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil Surveillance Audit yang dilakukan General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC). Langkah ini ditempuh untuk memastikan komoditas ekspor Indonesia tetap memenuhi standar yang ditetapkan Tiongkok sekaligus menjaga kepercayaan salah satu pasar ekspor terbesar tersebut.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa hasil audit bukan sekadar evaluasi, melainkan peluang untuk memperkuat sistem karantina nasional agar semakin kredibel dan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

"Kepercayaan pasar internasional merupakan aset yang harus dijaga bersama. Karena itu, Barantin akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil audit secara cepat, transparan, dan terukur agar produk Indonesia tetap memenuhi persyaratan negara tujuan serta semakin berdaya saing di pasar global," ujar Karding, Sabtu malam (25/7/2026).

Audit yang berlangsung selama sepekan itu merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Tiongkok dalam memperkuat sistem jaminan keamanan pangan serta mendukung kelancaran perdagangan internasional. Selama proses berlangsung, kedua negara menjalin komunikasi yang terbuka dan konstruktif guna memastikan mekanisme pengawasan karantina berjalan sesuai standar internasional.

Pada sektor sarang burung walet, GACC memberikan sejumlah rekomendasi penting. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kadar aluminium yang masih melampaui batas standar pada sebagian produk, penguatan sistem ketertelusuran hingga ke rumah walet, serta peningkatan pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan eksportir.

Menanggapi hal tersebut, Barantin akan memastikan seluruh perusahaan yang menjadi perhatian segera menyelesaikan corrective action. Pengawasan terhadap rumah walet maupun eksportir juga akan diperketat, disertai pelaporan perkembangan perbaikan kepada GACC secara transparan.

Sementara pada komoditas perikanan, hasil audit menunjukkan sistem pengawasan Indonesia telah berjalan dengan baik. Meski demikian, GACC merekomendasikan penguatan implementasi di sejumlah aspek, seperti higiene dan sanitasi, pengendalian suhu serta cold chain, dokumentasi, sistem ketertelusuran, hingga koordinasi pengawasan antara Barantin dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Barantin akan memperkuat pengawasan terpadu, memastikan seluruh Corrective Action Plan dijalankan secara optimal, serta meningkatkan koordinasi dan pertukaran data agar seluruh persyaratan ekspor dipenuhi sejak tahap bahan baku hingga produk dikirim ke negara tujuan.

Adapun pada komoditas tumbuhan, GACC menilai sebagian besar persyaratan dasar telah dipenuhi oleh Indonesia. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti sistem ketertelusuran, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, environmental monitoring, manajemen mutu, pengendalian titik kritis keamanan pangan, hingga penguatan kapasitas laboratorium.

Sebagai langkah lanjutan, Barantin akan memperketat pengawasan sekaligus menegakkan kepatuhan terhadap seluruh pelaku usaha. Perusahaan yang tidak memenuhi protokol maupun persyaratan yang telah disepakati akan dikenai penghentian sementara kegiatan ekspor (suspension) hingga seluruh tindakan perbaikan selesai dilakukan dan diverifikasi.

"Kami tidak ingin ada celah yang dapat mengganggu kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia. Seluruh pelaku usaha harus mematuhi standar yang telah disepakati agar ekspor nasional tetap berjalan lancar dan berkelanjutan," tegas Karding.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas sistem karantina nasional sekaligus melindungi reputasi produk Indonesia di pasar global.

Barantin optimistis implementasi seluruh rekomendasi audit secara konsisten, didukung penguatan regulasi dan kolaborasi yang semakin erat dengan GACC, akan semakin meningkatkan kepercayaan terhadap sistem karantina Indonesia. Dengan demikian, akses ekspor komoditas Indonesia ke pasar Tiongkok dapat terus terjaga sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi produk nasional untuk bersaing di pasar internasional.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru

Barantin Pastikan Rekomendasi Audit GACC Dipenuhi, Ekspor Indonesia ke Tiongkok Tetap Aman | Monitor Indonesia