Jakarta, MI - Indonesia dan Thailand membidik nilai perdagangan bilateral mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp360 triliun pada 2030. Target tersebut menjadi salah satu kesepakatan utama dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Jakarta.
Prabowo mengatakan kerja sama ekonomi tetap menjadi fondasi utama hubungan kedua negara. Ia optimistis target perdagangan itu bisa diwujudkan melalui implementasi roadmap kemitraan strategis yang telah disepakati.
"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimis target perdagangan sebesar US$ 20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," ujar Prabowo dalam pertemuan bilateral yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Selasa (4/8/2026).
Tak hanya membidik peningkatan nilai perdagangan, Indonesia dan Thailand juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antar pelaku usaha.
Untuk mendukung langkah tersebut, kedua negara akan menggelar Joint Trade Commission untuk pertama kalinya sebagai wadah membahas peluang bisnis sekaligus menyelesaikan hambatan perdagangan.
Di sektor pangan, kedua negara akan memperkuat kerja sama di bidang teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga memperkuat ketahanan rantai pasok.
Sementara di sektor energi, Indonesia dan Thailand sepakat mendorong pembentukan Indonesia-Thailand Energy Forum. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
"Di bidang energi kami mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum untuk penguatan ketahanan energi dan akselerasi transisi menuju energi berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha," jelas Prabowo.
Kerja sama juga diperluas ke sektor ekonomi digital. Kedua negara berkomitmen mengoptimalkan penggunaan local currency transaction (LCT) atau transaksi menggunakan mata uang lokal guna meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.
Selain itu, Indonesia dan Thailand akan memperkuat kolaborasi di industri halal dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk membangun rantai nilai halal di tingkat regional maupun global.
Di bidang konektivitas, Prabowo menyambut pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Phuket. Menurutnya, kehadiran rute baru tersebut akan semakin mempererat hubungan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kedua negara.
