BREAKINGNEWS

Laba BRMS Terjun 43,75% di Semester I-2026

Laba BRMS Terjun 43,75% di Semester I-2026
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Foto: Dok. BRMS)

Jakarta, MI - Kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tertekan pada semester I-2026. Emiten tambang mineral yang terafiliasi dengan Grup Salim dan Grup Bakrie itu mencatat laba bersih hanya US$12,92 juta atau sekitar Rp232,6 miliar, anjlok 43,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$22,97 juta.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, penurunan laba BRMS terjadi di tengah melemahnya pendapatan perseroan. Penjualan perusahaan tercatat sebesar US$95,79 juta atau sekitar Rp1,72 triliun, turun 20,7% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai US$120,85 juta.

Tekanan pendapatan ikut menggerus kinerja operasional. Laba bruto BRMS turun menjadi US$55,40 juta dari sebelumnya US$72,22 juta. Sementara laba usaha perseroan merosot menjadi US$31,95 juta, dibandingkan US$50,17 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Beban keuangan menjadi salah satu penekan utama laba bersih BRMS. Beban bunga dan keuangan melonjak menjadi US$13,30 juta dari sebelumnya US$7,63 juta, seiring meningkatnya pinjaman jangka panjang perusahaan.

Selain itu, BRMS harus menanggung rugi selisih kurs sebesar US$2,03 juta. Padahal, pada semester I-2025 perseroan masih mencatat keuntungan kurs sebesar US$2,52 juta.

Di tengah tekanan kinerja, total aset BRMS justru meningkat. Hingga 30 Juni 2026, aset perseroan tercatat sebesar US$1,41 miliar atau sekitar Rp25,43 triliun, naik dari US$1,31 miliar pada akhir 2025.

Kenaikan aset tersebut ditopang oleh peningkatan aset tetap menjadi US$295,08 juta, properti pertambangan menjadi US$299,01 juta, serta investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama yang naik menjadi US$332,62 juta.

Namun, pertumbuhan aset juga diikuti kenaikan kewajiban. Total liabilitas BRMS melonjak menjadi US$364,37 juta pada akhir Juni 2026, naik sekitar 37% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$266,01 juta.

Lonjakan utang terutama berasal dari pinjaman jangka panjang yang meningkat menjadi US$264,10 juta dari sebelumnya US$165,75 juta.

Sementara itu, ekuitas BRMS masih relatif stabil di level US$1,05 miliar. Adapun kas dan setara kas perseroan turun menjadi US$32,13 juta dari US$40,44 juta pada akhir Desember 2025.

Sejalan dengan penurunan laba, laba per 1.000 saham dasar/dilusian BRMS ikut terkoreksi menjadi US$0,09, dibandingkan US$0,16 pada semester I-2025.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Laba BRMS Terjun 43,75% di Semester I-2026 | Monitor Indonesia