BREAKINGNEWS

Trump Sebut AS Harus Ikut Pilih Pemimpin Baru Iran

Trump Mengumumkan Dirinya sebagai Presiden Sementara Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keinginannya untuk ikut terlibat dalam menentukan siapa yang akan memimpin Iran selanjutnya, setelah pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pekan lalu.

Trump menilai AS punya hak untuk menentukan masa depan Iran. "Kami ingin terlibat dalam proses pemilihan orang yang akan memimpin Iran di masa depan," ujarnya dalam wawancara telepon dengan Reuters, Kamis (5/3/2026).

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga menolak kandidat pengganti Khamenei yang juga anaknya, Mojtaba Khamenei. 

Menurut Trump, Mojtaba sebagai sosok yang "tak berbobot" untuk memegang posisi tertinggi di Iran.

Sebelumnya, Trump mengatakan telah memilih tiga orang yang sangat bagus sebagai pengganti Khamenei. Namun dia enggan memberi rincian lebih lanjut.

"Saya tidak akan menyebutkan namanya. Mari kita selesaikan ini dulu," ucap Trump kepada New York Times yang dikutip AFP, Senin (2/3/2026).

Saat ini, Iran dalam proses transisi. Selama kursi pemimpin tertinggi kosong, tugas-tugas jabatan ini dipegang dewan sementara.

Dewan tersebut mencakup Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam Hossein Mohseni Ejei, dan ulama dari Dewan Penjaga Konstitusi Ayatollah Alireza Arafi.

Iran memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan pemimpin tertinggi negara. Proses pemilihan dilakukan oleh lembaga ulama yang beranggotakan 88 orang, yakni Majelis Ahli (Assembly of Experts), yang dipilih langsung oleh masyarakat setiap delapan tahun.

Untuk dapat menjadi anggota Majelis Ahli, para kandidat harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui Dewan Penjaga (Guardian Council). Ini adalah badan pengawas yang anggotanya sebagian ditunjuk pemimpin tertinggi.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru