BREAKINGNEWS

Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Situasi Timur Tengah Kian Memanas

Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Situasi Timur Tengah Kian Memanas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Washington, MI — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku ingin bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di tengah hubungan panas Washington dan Teheran yang kembali berada di ujung ketegangan.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat gencatan senjata antara kedua negara terus diguncang saling tuding pelanggaran dan meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

“Saya ingin bertemu dengannya, dan mungkin kita akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan,” kata Trump dalam podcast Pod Force One milik The New York Post.

Mojtaba Khamenei diketahui menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam agresi gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Pemimpin baru Iran itu diyakini mengalami luka serius dalam serangan awal dan belum pernah muncul di hadapan publik sejak diangkat sebagai penerus.

Trump bahkan mengisyaratkan kondisi Mojtaba tidak sepenuhnya baik.

“Saya tidak mendengar kabar bahwa kondisinya baik,” ujar Trump.

“Jika Anda percaya cerita-cerita itu, dia kehilangan banyak bagian tubuh,” imbuhnya.

Trump juga menyebut Mojtaba diduga ikut memberikan persetujuan terhadap berbagai langkah strategis Iran dalam konflik terbaru dengan AS dan Israel.

“Mereka mengatakan dia memberikan persetujuan,” kata Trump.

AS Sebut Mojtaba Semakin Aktif

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Mojtaba Khamenei masih hidup dan kini semakin aktif dalam pengambilan keputusan pemerintahan Iran.

“Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu,” kata Rubio di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.

Pernyataan Rubio memperkuat dugaan bahwa Mojtaba mulai memainkan peran sentral dalam arah kebijakan militer dan politik Iran pasca tewasnya Ali Khamenei.

Di tengah situasi tersebut, ketegangan kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke bandara Kuwait pada Rabu.

Iran menyebut serangan itu sebagai balasan atas aksi militer AS terhadap kapal tanker minyak dan sebuah pulau milik Iran.

Serangan tersebut menjadi ujian besar bagi gencatan senjata 8 April yang sejak awal dinilai rapuh dan rawan runtuh sewaktu-waktu.

Konflik terbaru antara AS, Iran, dan Israel kini memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku ingin bertemu | Monitor Indonesia