BREAKINGNEWS

Mortir Hantam Pangkalan PBB di Lebanon, Satu Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Tewas

Mortir Hantam Pangkalan PBB di Lebanon, Satu Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Tewas
Satu Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Tewas

Beirut, MI– Konflik yang terus berkecamuk di Lebanon kembali memakan korban dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seorang prajurit misi perdamaian UNIFIL asal Serbia tewas setelah pangkalan tempatnya bertugas dihantam mortir di wilayah selatan Lebanon, Rabu (3/6/2026).

Korban diketahui bernama Sersan Senior Milovan Jovanovic, yang mengalami luka kritis akibat ledakan mortir sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Pusat Medis Universitas Beirut pada Kamis (4/6/2026).

UNIFIL dalam pernyataannya menyebutkan bahwa serangan tersebut juga menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka-luka.

"Seorang pasukan penjaga perdamaian UNIFIL meninggal dunia pagi ini akibat luka kritis yang diderita ketika peluru mortir menghantam posisinya," demikian pernyataan resmi UNIFIL.

Hingga kini belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun insiden itu terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara militer Israel dan kelompok Hizbullah di kawasan perbatasan Lebanon selatan.

Kementerian Pertahanan Serbia mengungkapkan bahwa Jovanovic sempat mendapatkan pertolongan medis darurat di pangkalan UNIFIL sebelum dievakuasi menggunakan helikopter ke Beirut.

"Sersan Senior Milovan Jovanovic diberikan perawatan medis darurat setelah terluka, kemudian diterbangkan ke Beirut, namun nyawanya tidak tertolong," tulis Kementerian Pertahanan Serbia.

Kematian Jovanovic menambah daftar korban jiwa pasukan penjaga perdamaian PBB menjadi tujuh orang sejak gelombang konflik terbaru di Lebanon pecah pada Maret 2026.

Sebelumnya, empat personel Indonesia gugur dalam dua insiden terpisah, sementara dua tentara Prancis juga tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

UNIFIL menyatakan situasi keamanan di Lebanon selatan semakin mengkhawatirkan. Pasukan penjaga perdamaian mencatat peningkatan lintasan proyektil dan ledakan di sejumlah titik dekat Garis Biru, kawasan perbatasan de facto antara Lebanon dan Israel sepanjang 120 kilometer.

"UNIFIL telah mendeteksi peningkatan jumlah lintasan dan dampak di Lebanon selatan. Kekerasan ini harus segera diakhiri," tegas UNIFIL.

Saat ini, sekitar 7.500 personel penjaga perdamaian dari hampir 50 negara masih bertugas di Lebanon. PBB juga telah membuka penyelidikan atas insiden terbaru tersebut dan mendesak otoritas terkait untuk mengusut sumber serangan mortir yang menewaskan prajurit Serbia itu.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Konflik yang terus berkecamuk di Lebanon kembali memakan kor | Monitor Indonesia