Teheran, MI– Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan Gunung Pickaxe, lokasi yang diyakini menjadi fasilitas bawah tanah strategis dalam program nuklir Iran. Ancaman itu memicu kekhawatiran baru terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan Washington terus memantau aktivitas di kawasan tersebut dan tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan baru apabila Iran tetap melanjutkan program nuklirnya.
"Katakan kepada Iran untuk bersiap-siap," tegas Trump.
Gunung Pickaxe, atau Kuh-e Kolang Gaz La, berada sekitar 1,6 kilometer di selatan fasilitas pengayaan uranium Natanz, Iran tengah. Lokasi ini menjadi perhatian komunitas intelijen internasional karena memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang dibangun jauh di dalam pegunungan.
Berdasarkan analisis citra satelit, kompleks tersebut terus mengalami pembangunan. Terlihat adanya pintu masuk terowongan yang diperkuat, dinding pengaman yang semakin tinggi, serta tumpukan material galian yang menunjukkan aktivitas konstruksi masih berlangsung.
Para pakar keamanan meyakini kedalaman fasilitas itu membuatnya sulit dijangkau, bahkan oleh bom penghancur bunker paling canggih yang dimiliki Amerika Serikat. Karena itu, Gunung Pickaxe dinilai berpotensi menjadi lokasi penting untuk melindungi aset strategis program nuklir Iran.
Peneliti senior Institute for Science and International Security, Spencer Faragasso, mengatakan belum ada pihak yang mengetahui secara pasti struktur di dalam kompleks tersebut. Namun, skala pembangunan memunculkan dugaan bahwa Iran tengah membangun fasilitas pengayaan uranium baru.
"Melihat besarnya proyek konstruksi yang dilakukan, tidak mustahil jika fasilitas itu disiapkan untuk pengayaan uranium," ujarnya.
Gunung Pickaxe juga menjadi salah satu lokasi yang tidak terdampak serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Natanz, Fordow, dan Isfahan pada Juni 2025. Meski Trump sebelumnya mengklaim tiga fasilitas tersebut telah "dihancurkan", berbagai laporan intelijen menyebut program nuklir Iran masih memiliki peluang untuk dipulihkan.
Di tengah meningkatnya ancaman militer, jalur diplomasi sebenarnya masih berlangsung. Delegasi Iran dan Amerika Serikat baru saja menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda terobosan yang mampu meredakan ketegangan kedua negara.
Dengan Gunung Pickaxe kini menjadi pusat perhatian, kawasan tersebut diperkirakan akan terus diawasi ketat oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Ancaman serangan terhadap fasilitas bawah tanah itu berpotensi menjadi babak baru dalam perseteruan panjang Washington dan Teheran yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan serta ekonomi global.**
