BREAKINGNEWS

Houthi Ancam Kepung Arab Saudi dan Tutup Selat Bab al-Mandeb, Ketegangan Kian Memanas

Houthi Ancam Kepung Arab Saudi dan Tutup Selat Bab al-Mandeb, Ketegangan Kian Memanas
Houthi Ancam Kepung Arab Saudi dan Tutup Selat Bab al-Mandeb

Sanna, MI– Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi Yaman mengancam akan mengepung Arab Saudi, termasuk menutup jalur strategis Selat Bab al-Mandeb, sebagai respons atas serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik dan terganggunya jalur perdagangan dunia.

Pejabat biro politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti, menuding Arab Saudi berada di balik serangan yang menghantam Bandara Sanaa pada Senin (13/7/2026). Menurutnya, aksi tersebut memberi Houthi legitimasi untuk melakukan serangan balasan terhadap infrastruktur strategis milik Riyadh.

"Serangan terhadap Bandara Sanaa yang bertujuan menghentikan penerbangan memberi Yaman hak untuk menyerang dan mengepung bandara-bandara mereka sebagaimana yang mereka lakukan kepada kami," ujar Mohammed Al Bukhaiti.

Meski Houthi menuding Arab Saudi sebagai dalang serangan, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut. Pemerintah menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah pesawat asal Iran mendarat di Bandara Sanaa.

Situasi semakin memanas setelah juru bicara Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan ke Bandara Sanaa menandai berakhirnya fase deeskalasi konflik yang telah berlangsung selama empat tahun sejak gencatan senjata pada 2022.

Ketegangan sebelumnya juga dipicu bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman dan milisi Houthi di wilayah pelabuhan Hodeidah pada awal Juli. Rangkaian insiden itu dikhawatirkan mengembalikan Yaman ke pusaran perang berskala besar.

Al Bukhaiti mengungkapkan, serangan terhadap landasan pacu Bandara Sanaa terjadi ketika sebuah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi hendak mendarat usai menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran. Akibat serangan tersebut, pesawat dialihkan ke Hodeidah yang berada di bawah kendali Houthi.

Sebagai balasan, Houthi meluncurkan sejumlah rudal balistik ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. Namun, koalisi pimpinan Riyadh mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Houthi menegaskan tidak akan menghentikan penerbangan antara Sanaa dan Teheran serta mengancam mengambil langkah lanjutan hingga blokade terhadap Bandara Sanaa dihentikan. Ancaman itu juga mencakup kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu rute perdagangan internasional terpenting di dunia.

Memanasnya hubungan Houthi dan Arab Saudi terjadi setelah pesawat sipil Iran berhasil mendarat di Sanaa pada awal Juli. Penerbangan tersebut merupakan yang pertama diumumkan secara terbuka dalam lebih dari satu dekade dan menjadi pemicu meningkatnya eskalasi di kawasan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Houthi Ancam Kepung Arab Saudi dan Tutup Selat Bab al-Mandeb, Ketegangan Kian Memanas | Monitor Indonesia