Washington, MI – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat mengklaim melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak yang berusaha menerobos blokade laut menuju Pulau Kharg, Iran.
Aksi tersebut menjadi penindakan pertama sejak Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan kapal tanker M/T Belma berbendera Curacao terdeteksi berlayar di perairan internasional menuju Pulau Kharg, salah satu terminal ekspor minyak utama Iran.
Menurut militer AS, kapal tersebut telah beberapa kali diperingatkan agar mengubah haluan. Namun, peringatan itu diabaikan sehingga pasukan AS memutuskan mengambil tindakan militer.
"Kapal komersial tersebut mengabaikan beberapa kali peringatan saat mencoba melanggar blokade AS. Sebuah pesawat militer AS kemudian melumpuhkan kapal dengan rudal Hellfire yang diarahkan ke cerobong asap kapal," demikian pernyataan CENTCOM.
AS mengklaim serangan itu tidak ditujukan untuk menenggelamkan kapal, melainkan menghentikan pelayarannya menuju Iran. Setelah terkena rudal, kapal disebut tidak lagi melanjutkan perjalanan ke Pulau Kharg.
Washington juga mengungkapkan bahwa selama 24 jam pertama pemberlakuan kembali blokade laut, dua kapal komersial memilih mengubah rute setelah menerima peringatan, sementara satu kapal dilumpuhkan karena tetap berupaya menerobos blokade.
CENTCOM menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade maritim yang kembali diberlakukan setelah kesepahaman sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang tercapai pada pertengahan Juni berakhir.
Militer AS juga mengingatkan bahwa operasi serupa pernah dilakukan pada periode blokade sebelumnya. Dalam kurun sekitar dua bulan, Washington mengklaim telah mengalihkan rute 142 kapal komersial dan melumpuhkan sembilan kapal yang tetap mencoba menuju pelabuhan-pelabuhan Iran.
Insiden terbaru ini diperkirakan akan semakin memperkeruh hubungan Washington dan Teheran yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Blokade terhadap jalur ekspor minyak Iran dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Teluk sekaligus memengaruhi stabilitas pasokan energi global.**
