Jakarta, MI– Aksi kebencian berlatar agama kembali mengguncang Amerika Serikat. Seorang pria asal India bernama Sohail menjadi korban penikaman brutal di sebuah pusat perbelanjaan di Utah setelah mengaku beragama Islam. Korban ditusuk sebanyak 15 kali dan kini menjalani perawatan intensif akibat luka serius.
Peristiwa itu terjadi di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah, pada Senin (13/7/2026) waktu setempat. Polisi menangkap pelaku, Peter Michael Larsen (48), yang diduga sengaja memilih korban karena identitas agamanya.
Berdasarkan dokumen penyidikan, Larsen terlebih dahulu mendekati Sohail dan mengajaknya berbincang. Setelah mengetahui korban berasal dari India, pelaku kemudian menanyakan apakah Sohail seorang Muslim. Sesaat setelah korban menjawab "ya", pelaku langsung menghunus pisau dan menyerangnya secara membabi buta.
Penyidik mengungkapkan, Larsen mengaku memang berniat menyerang umat Islam. Dalam dokumen pengadilan disebutkan bahwa pelaku mengaku memiliki niat untuk membunuh orang-orang Muslim.
Akibat serangan tersebut, Sohail mengalami 15 luka tusuk di sejumlah bagian tubuh. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Seorang saksi mata, Luna Nunez, yang bekerja di toko perhiasan di dekat lokasi kejadian, mengatakan percakapan antara pelaku dan korban berlangsung singkat sebelum penyerangan terjadi.
"Larsen bertanya dari mana asal Sohail. Setelah dijawab berasal dari India, dia kembali bertanya apakah Sohail seorang Muslim. Begitu dijawab 'ya', pelaku langsung menusuknya," ujar Nunez.
Polisi telah menetapkan Larsen sebagai tersangka dan menjeratnya dengan dakwaan percobaan pembunuhan serta penggunaan senjata berbahaya. Saat ini, ia ditahan di Penjara Salt Lake County sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
Kasus tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya kejahatan bermotif kebencian di Amerika Serikat, terutama yang menyasar kelompok minoritas berdasarkan agama maupun identitas etnis.**
