Gaza, MI – Hamas menyatakan bersedia melucuti senjata sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, kelompok tersebut menegaskan pelucutan senjata hanya akan dijalankan jika Israel memenuhi komitmennya untuk menarik pasukan dari Jalur Gaza secara bertahap.
Pernyataan itu disampaikan seorang pejabat senior Hamas yang mengonfirmasi bahwa isu pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel telah menjadi bagian dari kesepakatan yang dimediasi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
"Kesepakatan telah tercapai mengenai masalah senjata. Lebih lanjut, kesepakatan telah tercapai mengenai penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza," ujar pejabat senior Hamas.
Hamas berharap para mediator internasional, termasuk Board of Peace bentukan Presiden Donald Trump, dapat memastikan Israel menjalankan seluruh poin kesepakatan yang telah disepakati kedua belah pihak.
Anggota Tim Negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, menegaskan organisasinya telah memberikan sejumlah konsesi demi menghentikan penderitaan warga sipil Palestina yang selama ini menjadi korban konflik berkepanjangan.
"Kami membuat konsesi demi rakyat kami di Jalur Gaza, untuk menyelamatkan mereka dari pembunuhan dan pengusiran," kata Hamad.
Menurut Hamad, pelucutan senjata berkaitan langsung dengan penarikan pasukan Israel, pembentukan otoritas sipil baru di Gaza, serta dimulainya proses rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.
Dalam skema yang disepakati, seluruh senjata Hamas nantinya akan berada di bawah pengawasan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for Gaza Administration/NCAG). Lembaga tersebut akan bertugas menyimpan, mendata, serta mengendalikan seluruh persenjataan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Komite Nasional akan menjadi satu-satunya entitas yang berwenang untuk menyimpan, menahan, atau mengendalikan senjata di Gaza," tegas Hamad.
Meski demikian, Hamas memberikan peringatan bahwa seluruh proses tersebut bergantung pada kepatuhan Israel terhadap isi perjanjian. Jika pasukan Israel tidak melaksanakan kewajiban mereka, Hamas menyatakan tidak akan menjalankan tahapan pelucutan senjata.
"Hamas tidak akan melaksanakan langkah apa pun dari kesepakatan perdamaian Gaza jika pasukan pendudukan Israel tidak memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian tersebut," ujarnya.
Hamad mengakui proses negosiasi berlangsung sangat berat dan penuh tekanan. Namun, menurutnya, Hamas tetap berupaya mencari formula terbaik demi melindungi kepentingan rakyat Palestina.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Board of Peace berhasil mencapai kesepakatan bersejarah mengenai pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Trump menyebut pelucutan senjata akan dilakukan secara bertahap. Setelah seluruh proses selesai, pasukan Israel akan ditarik dari Jalur Gaza dan digantikan oleh Pasukan Stabilisasi Internasional yang bekerja sama dengan kepolisian Palestina untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.
Jika seluruh tahapan terlaksana sesuai kesepakatan, langkah ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.**
