Skandal Rp 3 T di Kementerian PU Meledak: Dua Dirjen Tumbang!

Semarang, MI - Skandal dugaan kerugian negara di tubuh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akhirnya meledak ke publik.
Menteri PU, Dody Hanggodo, membongkar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencatat potensi kerugian negara nyaris Rp 3 triliun.
Temuan itu bukan angka kecil. Nilainya fantastis dan mencoreng wajah kementerian yang mengelola anggaran infrastruktur raksasa setiap tahun.
Dua pejabat eselon I pun tumbang. Mereka adalah Dwi Purwantoro selaku Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan Dewi Chomistriana selaku Dirjen Cipta Karya. Keduanya memilih mundur di tengah pusaran temuan audit.
Dody mengungkapkan, surat dari Badan Pemeriksa Keuangan sudah diterimanya dua kali, masing-masing pada Januari dan Agustus 2025.
“Januari 2025 itu, kalau nggak salah dicantumkan kerugian keuangan negara hampir Rp 3 triliun,” tegas Dody kepada wartawan usai meninjau jalur mudik di Semarang, Minggu (1/3/2026).
Beberapa bulan berselang, angka itu memang turun menjadi sekitar Rp 1 triliun. Namun publik tentu bertanya: bagaimana mungkin potensi kerugian sebesar itu bisa terjadi di kementerian strategis?
“Kerugian keuangan negara itu sudah turun menjadi hampir sekitar Rp 1 triliunan dari awalnya hampir Rp 3 triliun,” ujarnya.
Penurunan angka bukan berarti masalah selesai. Justru dari situlah gelombang pembersihan dimulai.
Pesan Tegas dari Presiden
Dody mengaku sejak awal sudah mendapat arahan langsung dari Prabowo Subianto.
“Pesannya bersihkan,” kata Dody.
Ia mengakui temuan BPK menjadi titik balik.
Di kuartal ketiga 2025, ia masih fokus mengejar serapan anggaran di atas 95 persen.
Namun memasuki kuartal keempat, prioritasnya berubah total: menyelamatkan uang negara.
“Saya mulai kutak-katik inspektorat jenderal. Saya baru tahu, ternyata ‘sapu’ saya tidak 100 persen bersih. Itu pekerjaan saya di depan sudah saya bersihkan,” ujarnya blak-blakan.
Tak tanggung-tanggung, ia membentuk tim khusus yang dibantu tiga jaksa dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengawal proses “bersih-bersih” internal.
“Saya memperketat penanganan dengan membentuk dan memimpin langsung tim yang beranggotakan ‘lidi’ bersih,” katanya.
Mundur Bukan Ujug-ujug
Dody menepis anggapan bahwa pengunduran diri dua dirjen itu terjadi tiba-tiba.
“Tidak bisa dikatakan pemunduran diri itu mendadak. Sudah ada proses sebelumnya. Dan manakala saya menggunakan lidi bersih saya untuk mulai bekerja, yang bersangkutan memilih mengundurkan diri,” tegasnya.
Publik kini menanti, apakah langkah ini hanya sebatas pergantian pejabat, atau benar-benar menjadi pintu masuk pembongkaran lebih dalam atas dugaan kebocoran triliunan rupiah di sektor infrastruktur.
Satu hal yang pasti: angka Rp 3 triliun bukan sekadar statistik. Itu adalah uang rakyat. Dan skandal ini menjadi ujian serius bagi komitmen bersih-bersih di tubuh Kementerian PU.
Topik:
