Geledah Kasus Korupsi Sawit, Anak DPR Ada di Rumah Eks Menteri Siti Nurbaya

Jakarta, MI - Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar dugaan korupsi tata kelola perkebunan dan industri sawit periode 2015–2024 memunculkan fakta tak terduga.
Saat penyidik menggeledah rumah mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029 berada di lokasi. Ia adalah Ananda Tohpati, putra Siti Nurbaya yang kini duduk di Senayan dari Fraksi NasDem.
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan keberadaan Ananda saat penggeledahan berlangsung. “Iya benar, yang bersangkutan di rumah beliau,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, Kejagung menegaskan belum ada kesimpulan soal keterkaitan Ananda dalam perkara yang tengah diusut. Fokus penyidikan, kata Syarief, murni pada dugaan korupsi tata kelola perkebunan dan industri sawit—bukan isu lain yang sempat beredar.
Nama Ananda sebelumnya sempat menjadi perbincangan setelah akun TikTok @tanpadusta0 menuding adanya aktivitas ilegal dan pengelolaan dana tambang di Raja Ampat pada pertengahan 2025. Namun penyidik menepis spekulasi tersebut dan memastikan penggeledahan kali ini tidak berkaitan dengan tata kelola tambang.
Kasus ini sendiri terus bergulir. Lebih dari 30 saksi telah diperiksa. Sementara itu, Siti Nurbaya belum dipanggil untuk dimintai keterangan. Penyidik beralasan masih mendalami barang bukti yang disita sebelum menjadwalkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. “Nanti saya jadwalkan,” kata Syarief.
Rangkaian penggeledahan dilakukan di enam lokasi di Jakarta dan Bogor. Di Jakarta, tim Jampidsus menyasar Matraman dan Kemang, lalu berlanjut ke Rawamangun. Sehari kemudian, penggeledahan bergerak ke Bogor, Jawa Barat. Salah satu lokasi yang disisir diduga merupakan rumah Siti Nurbaya. Selain itu, penyidik juga menggeledah sejumlah tempat milik pejabat kementerian terkait dan pihak swasta.
Dari operasi tersebut, Kejagung menyita berbagai dokumen serta barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi tata kelola perkebunan dan industri sawit selama hampir satu dekade.
Keberadaan seorang legislator aktif di lokasi penggeledahan menambah dimensi politik dalam kasus ini. Meski belum ada status hukum terhadap pihak keluarga, sorotan publik tak terhindarkan. Kini, publik menunggu langkah lanjutan Kejagung: apakah pengusutan ini akan berhenti pada lingkaran birokrasi, atau merambat lebih jauh ke ranah kekuasaan politik.
Topik:
