Serangan ke Aktivis KontraS Disebut Terorganisir, Eks Penyidik KPK: Aktor Intelektualnya Harus Disentuh!

Jakarta, MI – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menilai bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus merupakan tindak kejahatan yang terorganisir dan telah direncanakan.
Novel mengaku sempat melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan detik-detik aksi penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). Ia menilai pola serangan tersebut menunjukkan adanya koordinasi di lapangan.
"Dari CCTV yang saya perhatikan, saya yakin pelakunya terorganisir. Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu enggak, terorganisir," kata Novel dalam konfrensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat, (13/3/2026).
Menurutnya, tindakan penyiraman air keras tersebut bukan sekadar persoalan pribadi yang menimpa korban, melainkan kejahatan serius yang membutuhkan pengusutan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
"Kalau kita lihat bagaimana pelaku ini melakukan dengan terorganisir sedemikian rupa, tentu ini bukan masalah pribadinya Andri Yunus," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pengusutan kasus ini harus dilakukan secara menyeluruh hingga menyentuh aktor intelektual atau otak dibalik serangan terhadap aktivis KontraS tersebut.
"Pengusutan ini harus dilakukan dengan menyeluruh, semua orang yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus disentuh. Harus dicangkul dan diberikan pertanggung jawab yang berat," tegasnya.
Novel juga mendesak pemerintah, khususnya Presiden, untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut serta mendukung aparat kepolisian dalam mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Ia menegaskan, para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban hukum dengan hukuman yang setimpal.
Sebagai informasi, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal sesaat setelah menyelesaikan rekaman podcast yang membahas isu remiliterisme dan judicial review di Indonesia.
Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga sekitar 24 persen pada tubuhnya, termasuk pada bagian mata. Saat ini, korban diketahui tengah menjalani perawatan intensif.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini menjadi sorotan publik karena dinilai berkaitan dengan keamanan aktivis dan perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Topik:
