Skandal Suap Impor DJBC! KPK Sita Uang Rp1 Miliar dan Mobil

Jakarta, MI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan mata uang asing senilai 78 ribu dolar Singapura (SGD) atau setara sekitar Rp1 miliar dalam penyidikan kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan bahwa selain uang tunai, penyidik juga menyita satu unit kendaraan roda empat yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
"Berupa satu unit kendaraan roda empat dan uang tunai senilai SGD 78 ribu atau ekuivalen sekitar Rp 1 miliar lebih," kata Budi, dikutip Selasa (17/3/2026).
Budi menjelaskan bahwa penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan aset dalam penanganan perkara dugaan korupsi di sektor kepabeanan ini.
KPK, lanjut Budi, saat ini masih terus menelusuri aset-aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara ini serta mendalami peran sejumlah pihak dalam kasus tersebut.
Ia menegaskan bahwa praktik korupsi di sektor kepabeanan yang tengah disidik lembaga antirasuah ini tidak hanya berpotensi merugikan penerimaan negara, tetapi juga berdampak luas terhadap perekonomian nasional.
"Tetapi juga berdampak buruk pada daya saing dan iklim bisnis nasional, termasuk bagi para pelaku usaha kecil dan menengah Indonesia," ujarnya.
KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut perkara ini secara menyeluruh guna memastikan penegakan hukum dan pemulihan kerugian negara berjalan optimal.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah Jakarta dan Lampung pada 4 Februari 2026 yang mengungkap praktik suap dalam proses impor.
KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni:
1. Rizal (RZL) selaku mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC
2. Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC
3. Orlando (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen DJBC
4. Jhon Field (JF) selaku Pemilik PT Blueray
5. Andri (AND) selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray
6. Dedy Kurniawan (DK) selaku Manajer Operasional PT Blueray.
7. Budiman Bayu Prasojo (BBP) selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai DJBC.
Topik:
