BREAKINGNEWS

MBG Dikejar Dua Front: Gizi dan Sampah

MBG Dikejar Dua Front: Gizi dan Sampah
Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak lagi semata urusan isi piring. Di balik distribusi makanan yang masif, Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyorot sisi yang selama ini kerap luput: sisa pangan, sampah, dan air limbah domestik.

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang menyebut penguatan pengawasan menjadi krusial agar program negara ini tidak menyisakan persoalan baru di sektor lingkungan.

“Pengawasan ini penting agar seluruh SPPG tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan sisa pangan dan limbah dikelola dengan baik,” ujar Dadan, Kamis (19/3/2026).

Pengetatan ini dituangkan dalam Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026 yang secara khusus mengatur pengelolaan sisa pangan, sampah, dan air limbah dalam program MBG. Aturan ini sekaligus menegaskan peran langsung BGN dalam membina dan mengawasi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.

Artinya, dapur-dapur MBG kini tak hanya dituntut menyajikan makanan bergizi, tetapi juga wajib memastikan tidak ada jejak limbah yang mencemari lingkungan.

Dalam implementasinya, BGN tidak berjalan sendiri. Pengawasan dilakukan secara kolaboratif dengan kementerian terkait lingkungan hidup, lembaga pangan, hingga pemerintah daerah. Skema ini dirancang untuk menutup celah lemahnya pengawasan lintas sektor yang selama ini kerap terjadi dalam program berskala nasional.

BGN juga menyiapkan mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala, disertai bimbingan teknis bagi para pengelola SPPG. Tujuannya jelas: menyamakan standar dan kapasitas di lapangan.

“Tidak hanya diawasi, tapi juga dibina. Kita ingin semua SPPG punya pemahaman dan kemampuan yang sama,” tegas Dadan.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai mengantisipasi efek domino dari program MBG. Sebab tanpa pengelolaan yang ketat, distribusi makanan dalam skala besar berpotensi memicu pemborosan pangan hingga peningkatan volume sampah dan limbah domestik.

Dengan penguatan ini, BGN berharap MBG tak hanya sukses menekan angka malnutrisi, tetapi juga berjalan lebih tertib, higienis, dan ramah lingkungan—tanpa meninggalkan masalah baru di belakangnya.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru