BREAKINGNEWS

Prabowo Ancam: Aparat Bandel Siap Ditindak

Prabowo Ancam: Aparat Bandel Siap Ditindak
Presiden Prabowo Subianto. (Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto mengirim sinyal keras kepada aparat penegak hukum. Reformasi bukan lagi sekadar wacana internal institusi, melainkan agenda besar negara—dengan konsekuensi tegas bagi yang gagal berubah.

Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi aparat penegak hukum kini memasuki fase krusial.

Ia menegaskan, pembenahan tidak hanya menyasar Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia, tetapi seluruh perangkat negara yang terlibat dalam penegakan hukum.

Dalam pernyataannya, Prabowo menempatkan reformasi hukum sebagai bagian dari proyek besar transformasi bangsa.

Ia menilai, tanpa aparat yang profesional dan berintegritas, fondasi negara akan rapuh dan kepercayaan publik sulit dipulihkan.

“Hukum, the rule of law, adalah elemen utama negara yang kuat,” tegas Prabowo Subianto dikutip Selasa (24/3/2026).

Namun, di balik komitmen tersebut, terselip kritik tajam. Prabowo menyoroti perilaku segelintir oknum aparat yang dinilai merusak reputasi institusi secara keseluruhan.

Ia mengingatkan bahwa kekuasaan yang disalahgunakan oleh segelintir orang berdampak pada citra ratusan ribu anggota lainnya.

Sorotan paling keras diarahkan pada lemahnya pengawasan di lapangan. Ia mempertanyakan bagaimana praktik ilegal seperti tambang tanpa izin bisa berlangsung tanpa terdeteksi oleh struktur komando di bawah.

“Bagaimana ada tambang ilegal, Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, sampai Dandim tidak tahu?” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa masalah bukan hanya pada pelaku di lapangan, tetapi juga pada sistem pengawasan yang dinilai belum berjalan efektif.

Meski demikian, Prabowo masih membuka ruang bagi institusi untuk berbenah secara internal.

Ia memberi kesempatan kepada masing-masing lembaga untuk membersihkan diri sebelum negara turun tangan lebih jauh.

Namun, kesempatan itu tidak tanpa batas. Presiden menegaskan, jika tidak ada perubahan nyata, pemerintah siap mengambil langkah tegas.

“Saya beri kesempatan memperbaiki diri. Kalau tidak, negara akan bertindak,” katanya.

Sebagai bukti keseriusan, Prabowo mengungkapkan bahwa tindakan tegas уже telah dilakukan, termasuk pemecatan sejumlah perwira tinggi yang kemudian diproses hukum.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi pesan jelas bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum termasuk yang dilakukan oleh aparat itu sendiri.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru