Gerak Senyap KPK ke Kortas Tipikor, Publik Curiga Ada Skandal Korupsi Baru
-dan-direktur-penyelidikan-tessa-mahardhika-sugiarto-(kanan)-(foto:-dok-mi/ist).webp)
Jakarta, MI - Langkah diam-diam tapi sarat tanda tanya. Dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kortas Tipikor Polri di Bareskrim, Kamis (2/4/2026), memicu spekulasi adanya perkara korupsi besar yang tengah digarap lintas lembaga.
Pantauan Monitorindonesia.com di lokasi menunjukkan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dan Direktur Penyelidikan Tessa Mahardhika Sugiarto hadir langsung. Namun, alih-alih membuka terang perkara, keduanya justru memilih irit bicara.
Asep berdalih pertemuan itu sebatas koordinasi. Ia menekankan sinergi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan dalam menangani korupsi. “Ini koordinasi dan komunikasi,” ujarnya singkat—tanpa menjelaskan perkara apa yang sebenarnya sedang dibahas.
Pernyataan normatif itu justru memunculkan pertanyaan: koordinasi biasa, atau ada kasus besar yang belum siap dibuka ke publik?
Asep hanya memberi sinyal samar. Ia mengakui ada sejumlah perkara yang tengah dikomunikasikan dengan Kortas Tipikor, tetapi memilih menutup rapat detailnya dengan alasan masih tahap awal. Janji konferensi pers pun dilontarkan—tanpa kepastian waktu.
Di sisi lain, Kepala Kortas Tipikor Polri Totok Suharyanto juga tak banyak bicara. Ia menyebut pertemuan itu hal lumrah demi meningkatkan koordinasi dan sinergi penanganan perkara.
Publik kini dibuat menebak-nebak: jika hanya rutinitas, mengapa harus dihadiri langsung petinggi penindakan KPK? Jika bukan perkara besar, mengapa informasinya begitu tertutup?
Transparansi kembali dipertaruhkan. Di tengah tuntutan publik agar penegakan hukum lebih terbuka, pertemuan tertutup antar lembaga penegak hukum justru menambah daftar panjang misteri di balik penanganan kasus korupsi.
Topik:
