KPK Periksa Dirut Sinkos Multimedia Mandiri Faisal Assegaf soal Korupsi Bea Cukai
.webp)
Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak menelusuri jaringan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Selasa (7/4/2026), aktivis sekaligus pengusaha Faisal Assegaf diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemeriksaan ini terkait dugaan korupsi dan gratifikasi yang melibatkan pejabat DJBC dalam pengaturan importasi barang.
“Faisal Assegaf diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Faisal tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.46 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan intensif. Selain Faisal, penyidik juga memanggil dua pegawai DJBC, Muhammad Mahzun dan Rahmat, untuk mengungkap praktik yang diduga melibatkan sejumlah pejabat tinggi.
Kasus ini memanas setelah KPK menetapkan tersangka baru, Budiman Bayu Prasojo (BBP), Kepala Seksi Intelijen Cukai Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC. Budiman diduga menerima gratifikasi dari pengurusan importasi dan pengaturan cukai senilai miliaran rupiah. Penyidik sebelumnya menemukan uang tunai Rp 5,19 miliar di sebuah safe house di Ciputat, Tangerang Selatan, yang diduga terkait aliran dana ini.
Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC, juga masuk daftar tersangka. Bersama Budiman, enam tersangka lain telah ditahan di Rutan KPK, termasuk Rizal, Orlando Hamonangan, Andri, Dedy Kurniawan, dan John Field. Dalam operasi tangkap tangan (OTT), KPK menyita total Rp 40,5 miliar tunai serta logam mulia 5,3 kilogram senilai sekitar Rp 15,7 miliar.
Modus operandi yang diungkap KPK menunjukkan adanya pengaturan jalur importasi agar barang milik PT Blueray bisa masuk tanpa pemeriksaan fisik, membuka celah bagi masuknya barang palsu, tiruan, dan ilegal ke pasar domestik. Selain itu, penyidik menemukan dugaan aliran dana rutin senilai Rp 7 miliar per bulan kepada oknum DJBC antara Desember 2025 hingga Februari 2026, untuk memastikan kelancaran pengaturan jalur importasi.
Kasus ini menegaskan kembali KPK bersikap tegas dan tidak pandang bulu terhadap praktik korupsi di instansi pemerintah yang merugikan negara miliaran rupiah. Pemeriksaan Faisal Assegaf dan para pejabat DJBC menjadi kunci untuk mengungkap skema yang lebih besar dan jaringan gratifikasi yang sistematis.
Topik:
