Adik Bupati Ikut Terseret, OTT KPK di Tulungagung Buka Jejak “Dinasti” Kekuasaan

Tulungagung, MI — Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung tak hanya menyeret kepala daerah, tetapi juga menyerempet lingkar kekuasaan keluarganya.
Adik Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yakni Jatmiko Dwijo Saputro, ikut diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan keterlibatan Jatmiko dalam OTT yang digelar Jumat (10/4/2026). “Benar (Jatmiko ikut kena OTT),” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Jatmiko yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Tulungagung kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Ia tiba di Jakarta pada pukul 13.48 WIB, menyusul kakaknya, Gatut, yang lebih dulu mendarat sekitar pukul 06.50 WIB.
KPK mencatat, sedikitnya 13 orang dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Namun dalam operasi tersebut, total 18 orang sempat diamankan sebelum diseleksi berdasarkan kebutuhan penyidikan.
Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi.
Hingga kini, lembaga antirasuah belum mengungkap secara rinci peran Jatmiko dalam perkara tersebut. Identitas lengkap pihak-pihak lain yang turut diamankan pun masih dirahasiakan.
Masuknya nama adik kandung bupati dalam pusaran OTT ini memperkuat dugaan adanya jejaring kekuasaan yang melibatkan orang-orang terdekat di lingkar pemerintahan daerah.
Kasus ini tak sekadar menguji integritas individu pejabat, tetapi juga membuka pertanyaan besar soal potensi praktik “dinasti kekuasaan” yang rentan disalahgunakan.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Publik kini menanti, sejauh mana operasi ini akan membongkar praktik korupsi yang diduga melibatkan lebih dari sekadar satu aktor.
Topik:
