BREAKINGNEWS

Bukti Disita Saja, Riza Chalid Lolos?

Bukti Disita Saja, Riza Chalid Lolos?
Kejagung RI. (Dok MI)

Jakarta, MI - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengunci perkara dugaan korupsi Petral dari sisi bukti, namun di saat yang sama, sosok buronan utama, Mohammad Riza Chalid, justru kian sulit dilacak.

Kontras ini menandai fase krusial, penyidik menguatkan perkara di dalam negeri, sementara target utama diduga berpindah lintas negara dengan identitas berbeda.

Penggeledahan yang dilakukan tim penyidik pada Kamis (9/4/2026) malam menghasilkan sejumlah barang bukti penting.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan bahwa barang yang disita berupa dokumen serta perangkat elektronik dari rumah para tersangka.

“Kalau itu (disita) dokumen dan barang bukti elektronik saja yang di rumah para tersangka,” ujar Syarief dikutip Selasa (14/4/2026).

Penguatan alat bukti ini berjalan paralel dengan upaya pengejaran terhadap Riza Chalid. Namun, Syarief membantah kabar yang menyebut buronan tersebut telah ditangkap di Dubai.

“Wah saya belum tahu itu (informasi sudah ditangkap di Dubai),” katanya singkat.

Di sisi lain, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengungkap kemungkinan skenario pelarian yang lebih kompleks. Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Riza Chalid diduga sudah tidak lagi berada di Malaysia lokasi terakhir yang terlacak pada 18 Maret 2024.

Boyamin menyebut adanya indikasi kuat bahwa Riza menggunakan lebih dari satu identitas perjalanan. “Ya, saya belum dapat informasi terbaru, tapi potensi diduga dia punya dua paspor. Satu negara kepulauan Karibia dan satu Siprus,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Boyamin, sangat mungkin Riza telah meninggalkan Malaysia tanpa terdeteksi otoritas setempat. Pasalnya, paspor Indonesianya telah dicabut, sehingga ia diduga menggunakan dokumen perjalanan lain untuk berpindah negara.

“Kalau dia memang punya itu, maka sekarang keberadaannya pasti bukan di Malaysia, pasti dia sudah pergi dari Malaysia,” ujarnya.

Lebih jauh, Boyamin menduga jejak terbaru buronan itu mengarah ke kawasan Amerika, meski belum dapat dipastikan negara mana yang menjadi lokasi persinggahannya.

Situasi ini memperlihatkan tantangan serius dalam memburu pelaku kejahatan kelas kakap yang memiliki akses terhadap identitas ganda dan jaringan lintas negara.

Sementara Kejagung terus memperkuat konstruksi hukum melalui bukti-bukti yang telah disita, keberhasilan penuntasan kasus ini tetap akan sangat ditentukan oleh satu hal: berhasil atau tidaknya menghadirkan Riza Chalid ke hadapan hukum.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru