BREAKINGNEWS

81 % Koruptor Titip Duit Haram ke Wanita Simpanan, KPK: Modus Lama yang Masih Laku

81 %  Koruptor Titip Duit Haram ke Wanita Simpanan, KPK: Modus Lama yang Masih Laku
KPK RI (Foto: Dok MI/Aswan)

Jakarta, MI - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi, Ibnu Basuki Widodo, membongkar pola lama para koruptor yang ternyata masih sering dipakai: menyamarkan uang haram lewat wanita simpanan.

Pernyataan itu disampaikan Ibnu saat menjadi pembicara dalam acara “Sosialisasi Integritas dan Anti Korupsi: Kolaborasi Integritas Mewujudkan Keadilan” di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kamis (16/4/2026).

Di hadapan peserta, Ibnu menjelaskan bahwa perkara korupsi hampir selalu beriringan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurutnya, ketika korupsi terbongkar, aliran uang hasil kejahatan biasanya ikut terkuak.

“Kalau korupsi muncul, maka akan muncul TPPU. Biasanya seperti itu,” ujarnya.

Yang paling menyentil, Ibnu menyebut mayoritas koruptor pria justru tidak berani menyimpan uang hasil rampokan di rekening pribadi karena khawatir terendus Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Sebagai gantinya, uang panas itu dialirkan ke pihak lain. Dan berdasarkan temuannya, sebanyak 81 persen koruptor pria memilih menitipkan dana haram tersebut kepada wanita simpanan.

“Biasanya pelakunya laki-laki, lalu didekatilah perempuan yang cantik-cantik. Itu cerita apa adanya. Ratusan juta dikucurkan ke cewek itu,” kata Ibnu.

Ia menegaskan, penerima uang hasil korupsi tak bisa berlindung di balik status “tidak tahu-menahu”. Sebab, pihak yang menerima, menyimpan, atau menikmati aliran dana haram bisa dijerat sebagai pelaku pasif TPPU, bahkan penadahan.

Menurut Ibnu, hubungan gelap dan korupsi kerap saling terkait. Ada perselingkuhan yang lahir karena uang korupsi, ada pula korupsi yang dipicu kebutuhan membiayai perselingkuhan.

Selain merusak keuangan negara, korupsi juga meninggalkan dampak serius bagi keluarga pelaku: rumah tangga hancur, perceraian, tekanan psikologis, hingga anak dan keluarga ikut menanggung malu.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru