Jamintel Bertemu Amsal Sitepu, Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Jaga Marwah Korps Adhyaksa

Jakarta, MI – Pertemuan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani dengan videographer Amsal Chisty Sitepu memantik sorotan tajam.
Sejumlah kalangan menilai peristiwa itu bukan sekadar soal makan bersama, melainkan menyangkut etika jabatan dan citra penegakan hukum di tubuh Kejaksaan Agung.
Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (Kosmak), Ronald Lobloby, menegaskan prinsip hukum modern menuntut keadilan tidak hanya dijalankan, tetapi juga tampak dijalankan di hadapan publik.
Menurutnya, meski pertemuan tersebut belum tentu masuk ranah pidana, secara etik tetap dianggap problematis. Seorang pejabat tinggi penegak hukum semestinya menjaga jarak dari pihak yang pernah atau sedang terseret perkara agar tidak menimbulkan tafsir liar di masyarakat.
“Secara etis, itu tidak elok. Publik bisa mempertanyakan soliditas internal Korps Adhyaksa dan independensi lembaga,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ronald mendesak ST Burhanuddin segera mengambil sikap tegas. Ia menilai klarifikasi terbuka perlu dilakukan dengan melibatkan Komisi Kejaksaan agar tidak muncul kesan adanya standar ganda di internal institusi.
Ia juga menyoroti aturan etik jaksa yang membatasi interaksi di luar jalur resmi dengan pihak yang berperkara. Ketentuan itu, kata dia, sejalan dengan semangat disiplin aparatur negara dan nilai Tri Krama Adhyaksa yang menuntut integritas, kehormatan, serta kebijaksanaan.
“Jika dibiarkan, publik bisa menangkap adanya conflict of interest, agenda terselubung, atau permainan politik di balik pertemuan tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh, Ronald menilai polemik ini berpotensi mencoreng wibawa jabatan Jamintel yang merupakan posisi strategis di Kejaksaan Agung.
Ketidakpekaan membaca situasi sosial-politik justru membuka ruang serangan dari rival maupun pihak yang ingin melemahkan institusi.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan kehadiran Reda Manthovani dalam acara tersebut karena undangan dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dalam agenda Jaga Desa Award.
Sebelumnya, video kebersamaan Jamintel dan Amsal diunggah melalui media sosial dan memperlihatkan suasana akrab.
Tayangan itu cepat menyebar dan memicu kritik, karena dinilai menampilkan kedekatan yang tidak semestinya antara pejabat tinggi penegak hukum dengan sosok yang pernah tersandung perkara korupsi.
Topik:
