KPK Seret Bos Bukaka, Proyek Flyover Riau Diduga Sarat Rekayasa Anggaran

Jakarta, MI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus membongkar dugaan praktik korupsi dalam proyek pembangunan flyover Simpang SKA, Riau.
Kali ini, sorotan mengarah ke lingkaran korporasi. Direktur PT Bukaka, Sofiah Balfas, dipanggil penyidik sebagai saksi dalam perkara yang diduga sarat permainan anggaran.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran pihak swasta dalam proyek bernilai jumbo tersebut. “Saksi atas nama SB, Direktur PT Bukaka, diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan flyover di Riau,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Tak hanya Sofiah, KPK juga memanggil sejumlah direktur perusahaan lain, yakni Victor Yusuf Djanting, Hendrik Kianto, Ir Zulkarnain, hingga Abdul Hakim. Mereka diduga mengetahui alur proyek yang kini terindikasi bermasalah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Pemeriksaan para saksi dilakukan di kantor BPK Perwakilan Riau, menandakan kuatnya dugaan kerugian negara yang tengah dihitung secara rinci oleh auditor.
Sebelumnya, penyidik KPK bahkan turun langsung ke lokasi flyover di simpang Mal SKA, Pekanbaru. Akses jalan sempat ditutup demi kepentingan pemeriksaan fisik proyek. Langkah ini mempertegas bahwa perkara ini bukan sekadar dugaan administratif, melainkan indikasi kerugian negara yang nyata.
“Pengecekan dilakukan untuk kebutuhan penghitungan kerugian keuangan negara,” kata Budi.
Kasus ini sendiri sudah menyeret lima tersangka, yakni YN, GR, TC, ES, dan NR. KPK mengendus adanya kejanggalan serius dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek senilai Rp159 miliar.
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan HPS proyek tersebut tidak disusun dengan perhitungan detail. Kondisi ini membuka celah besar bagi praktik mark-up dan manipulasi anggaran sejak tahap awal.
“Nilai HPS Rp159 miliar, namun tidak dibuat dengan perhitungan yang memadai,” tegasnya.
Skandal ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur yang diduga menjadi ladang bancakan. KPK kini berada di titik krusial untuk mengungkap siapa saja aktor utama di balik proyek flyover yang seharusnya menjadi solusi kemacetan, namun justru berubah menjadi potensi kerugian negara.
Topik:
