Gus Yaqut Dengan Tangan di Borgol Titip Salam untuk Menteri Sosial, Ada Apa?

Jakarta, MI - Suasana di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (8/5/2026), menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Dua tokoh Nahdlatul Ulama dengan sapaan “Gus” datang dalam waktu hampir bersamaan, namun dengan tujuan yang bertolak belakang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hadir sebagai pejabat aktif pemerintah untuk berkonsultasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial.
Sementara itu, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut datang untuk merampungkan administrasi perpanjangan masa penahanannya.
Pertemuan keduanya memang tak terjadi secara langsung. Namun, nama Gus Ipul sempat disebut ketika Gus Yaqut digiring menuju mobil tahanan dalam kondisi tangan diborgol.
Di tengah kepungan wartawan, Gus Yaqut memilih irit bicara. Ketika ditanya soal kehadiran Menteri Sosial di Gedung KPK, ia hanya melempar senyum tipis sebelum menyampaikan salam singkat.
“Tidak ada. Salam buat Gus Ipul, ya,” kata Gus Yaqut dikutip Minggu (10/5/2025).
Ucapan pendek itu menjadi sorotan tersendiri. Di satu sisi, Gus Ipul datang membawa agenda konsultasi tata kelola pengadaan agar kementeriannya tidak tersandung persoalan hukum.
Di sisi lain, salam tersebut keluar dari seorang mantan pejabat negara yang tengah menjalani proses hukum di lembaga antirasuah.
Momentum itu seperti menggambarkan dua wajah kekuasaan di tempat yang sama: satu datang untuk meminta arahan agar tak salah langkah, satunya lagi hadir dengan status tahanan yang masa penahanannya diperpanjang.
Gedung KPK hari itu bukan sekadar tempat pemeriksaan hukum, tetapi juga panggung kontras tentang bagaimana jabatan publik bisa berujung pada dua jalan berbeda.
Topik:
