BREAKINGNEWS

Usai Sholat Ied, Warga Lohia Blokade Jalan Buntut Jalan Rusak Parah

Usai Sholat Ied, Warga Lohia Blokade Jalan Buntut Jalan Rusak Parah
Warga Desa Mantobua dan Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi unjuk rasa akibat jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki selama hampir 10 tahun. (Dok MI)

Muna, MI — Kesabaran warga Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, akhirnya pecah. Sejumlah pemuda bersama masyarakat Desa Mantobua dan Desa Korihi turun ke jalan menggelar aksi protes akibat kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah.

Aksi yang berlangsung sejak Rabu itu diwarnai pemblokiran jalan, pembakaran ban bekas, hingga penutupan total jalur wisata yang biasa dilalui pengendara menuju Pantai Meleura dan Danau Napabale. Massa juga membentangkan spanduk bernada keras bertuliskan, “Bupati Muna tidak tahu cara membangun Muna”.

Kerusakan jalan di wilayah tersebut disebut sudah berlangsung hampir satu dekade tanpa penanganan serius. Aspal jalan nyaris habis, menyisakan lubang-lubang besar yang membahayakan k5eselamatan pengguna jalan.

“Kalau melintas di sini harus ekstra hati-hati. Keselamatan pengendara jadi taruhan setiap hari,” kata Koordinator Aksi, Sirman Mantobua, saat menyampaikan orasi dikutip Kamis (28/5/2026).

Ironisnya, ruas jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer itu merupakan akses utama menuju dua destinasi wisata unggulan Kabupaten Muna sekaligus jalur vital perekonomian masyarakat Kecamatan Lohia. Namun hingga kini, kondisi infrastruktur disebut tetap dibiarkan rusak.

Menurut Sirman, aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat yang selama bertahun-tahun merasa diabaikan pemerintah daerah.

“Kami menilai pemerintah masih abai dan tidak memiliki upaya serius melakukan pembenahan,” tegasnya.

Warga pun mengancam akan terus melanjutkan aksi hingga pemerintah daerah menunjukkan langkah konkret. Bahkan, masyarakat memastikan penutupan akses jalan akan diperluas apabila tuntutan mereka kembali diabaikan.

“Bahwa aksi protes ini kami mulai sejak Rabu kemarin dan kami pastikan jika belum ada atensi dari Pak Bupati, maka protes ini akan terus berlanjut,” ujar Sirman.

Ia menegaskan, masyarakat tidak lagi ingin menerima janji tanpa realisasi setelah hampir 10 tahun hidup berdampingan dengan jalan rusak.

“Kami pastikan masyarakat tidak akan berdiam diri lagi. Besok aksi masih akan berlanjut, bahkan akses jalan ini akan kami tutup total,” pungkasnya.

Aksi tersebut menjadi potret keras ketimpangan pembangunan di daerah. Di tengah promosi sektor pariwisata, masyarakat justru masih berjibaku dengan infrastruktur dasar yang memprihatinkan.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

Usai Sholat Ied, Warga Lohia Blokade Jalan Buntut Jalan Rusa | Monitor Indonesia