BREAKINGNEWS

Sony Sebut Lebih dari 30 Orang Diduga Nikmati Uang Haram MBG, Tokoh Besar Terancam Terseret

Sony Sebut Lebih dari 30 Orang Diduga Nikmati Uang Haram MBG, Tokoh Besar Terancam Terseret
Sony Sanjaya mengenakan rompi tahanan Kejagung (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI – Skandal dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin mengarah pada keterlibatan banyak pihak.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, membuka babak baru penyidikan dengan mengungkap bahwa lebih dari 30 orang diduga ikut menikmati aliran dana dalam praktik yang kini dibongkar Kejaksaan Agung.

Melalui tim kuasa hukumnya, Sony mengisyaratkan bahwa dirinya bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan permainan proyek dan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan, sejumlah nama yang disebut memiliki pengaruh besar diklaim tersimpan dalam data dan percakapan yang kini berada di tangan penyidik.

Kuasa hukum Sony, Elza Syarief, mengungkapkan bahwa sedikitnya terdapat 26 nama yang telah teridentifikasi, dan jumlah tersebut diyakini masih bertambah setelah seluruh data dalam telepon genggam Sony dianalisis secara menyeluruh.

"Data lengkapnya ada di handphone yang saat ini sudah disita penyidik. Di sana ada percakapan dan informasi yang bisa menjelaskan siapa saja yang ikut menikmati dan terlibat," kata Elza dikutip Senin (8/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perkara MBG berpotensi berkembang menjadi skandal korupsi berjamaah yang melibatkan banyak aktor, bukan sekadar tindakan individu.

Menurut Elza, seluruh nama yang diketahui Sony akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai bagian dari upaya mengungkap pihak-pihak yang selama ini diduga bersembunyi di balik proyek MBG bernilai triliunan rupiah.

Sony disebut siap bekerja sama dengan penyidik dan membuka seluruh informasi yang dimilikinya. Langkah itu diambil karena ia merasa dijadikan sasaran utama, sementara pihak-pihak lain yang diduga menikmati keuntungan dari proyek tersebut belum tersentuh proses hukum.

"Klien kami tidak mau dijadikan kambing hitam. Kalau ada pihak lain yang ikut bermain, ikut menikmati, dan ikut menentukan arah proyek, semuanya harus dibuka," tegas Elza.

Lebih jauh, Sony mengklaim banyak titik SPPG yang seharusnya digunakan untuk mendukung program makan bergizi justru diperjualbelikan kepada pihak tertentu. Dugaan praktik percaloan dan perdagangan kuota tersebut disebut menjadi salah satu pintu masuk penyidik untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Kuasa hukum lainnya, Krisna Murti, bahkan menyebut terdapat sejumlah "nama besar" yang selama ini memiliki pengaruh kuat dalam pengelolaan proyek tersebut. Menurutnya, Sony akan mengungkap siapa saja pihak yang selama ini berada di belakang layar dan diduga memberi tekanan dalam pengambilan keputusan.

"Beliau selama ini dipojokkan sebagai otak permainan titik dapur MBG. Padahal menurut beliau, ada pihak-pihak yang lebih besar dan lebih berpengaruh yang harus ikut dimintai pertanggungjawaban," ujar Krisna.

Pernyataan Sony sebagai calon justice collaborator kini menjadi ancaman serius bagi pihak-pihak yang selama ini merasa aman di balik struktur kekuasaan. Jika seluruh data yang diklaim tersimpan dalam telepon genggamnya terbukti valid, penyidikan Kejaksaan Agung berpotensi menyeret nama-nama baru yang selama ini belum tersentuh.

Publik kini menunggu keberanian penyidik untuk menelusuri aliran dana, mengungkap para penerima manfaat, serta membongkar siapa sebenarnya aktor utama di balik dugaan bancakan proyek Makan Bergizi Gratis.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Sony Sebut Lebih dari 30 Orang Diduga Nikmati Uang Haram MBG | Monitor Indonesia