BREAKINGNEWS

Nama Budiman Damanik Terseret Investigasi Tambang Kalbar, Jejak Konflik dan Dugaan Kasus Lama Kembali Terkuak

Nama Budiman Damanik Terseret Investigasi Tambang Kalbar, Jejak Konflik dan Dugaan Kasus Lama Kembali Terkuak
Nama Budiman Damanik (BD) kembali menjadi sorotan setelah disebut dalam investigasi dugaan pelanggaran tata kelola pertambangan di Kalimantan Barat yang menyeret tersangka tambang Sudianto alias Aseng. Di saat yang sama, rekam jejak konflik BD dengan mantan perusahaan yang pernah dipimpinnya, PT Cocoman, kembali mencuat.

Jakarta, MI – Nama Budiman Damanik (BD), mantan Direktur Utama PT Cocoman periode 2012-2022, kembali berada di bawah sorotan.

Kali ini, namanya muncul dalam investigasi dugaan pelanggaran tata kelola pertambangan di Kalimantan Barat yang tengah menyeret pengusaha tambang Sudianto alias Aseng.

Kasus tersebut kini ditangani Kejaksaan Agung RI. Sudianto alias Aseng telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan dalam perkara yang menjadi perhatian publik.

Munculnya nama BD diungkap oleh Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Kalimantan Barat (LI BAPAN Kalbar).

Lembaga tersebut mengaku sedang menelusuri sejumlah informasi yang diduga berkaitan dengan jaringan bisnis dan aliran dana yang terhubung dengan perkara tersebut.

Ketua LI BAPAN Kalbar, Stevanus Febyan Babaro, mengatakan pihaknya tengah mendalami berbagai data dan dokumen, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan sejumlah pihak dengan aktivitas bisnis yang kini menjadi objek penyelidikan aparat penegak hukum.

"Kami mendalami aliran dana, afiliasi perusahaan, serta kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga berkaitan dengan jaringan bisnis Sudianto alias Aseng," ujar Stevanus dikutip Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, investigasi masih berada pada tahap pengumpulan dan verifikasi informasi. Tim investigasi disebut sedang menghimpun dokumen serta keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan validitas data yang diperoleh.

Stevanus menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menarik kesimpulan. Meski nama BD muncul dalam sejumlah informasi yang diterima, seluruh data masih dalam proses pendalaman.

"Kami juga berhati-hati. Apakah ada keterlibatan hukum yang bersangkutan atau tidak, itu masih kami dalami," katanya.

Hingga informasi tersebut dipublikasikan, BD belum memberikan keterangan resmi terkait penyebutan namanya dalam investigasi yang sedang berjalan.

Di tengah mencuatnya investigasi di Kalimantan Barat, rekam jejak konflik BD dengan PT Cocoman juga kembali menjadi perhatian.

Beberapa waktu lalu, BD melaporkan PT Cocoman ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah terkait dugaan aktivitas pertambangan tanpa RKAB. Namun, laporan tersebut dibantah oleh manajemen perusahaan yang menyatakan bahwa saat itu perusahaan tidak melakukan kegiatan produksi dan masih dalam proses pengurusan RKAB di wilayah Morowali Utara.

Manajemen PT Cocoman justru mengungkap sederet persoalan internal yang melibatkan BD semasa menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan.

Menurut keterangan manajemen, BD diberhentikan dari jabatan Direktur Utama pada 28 September 2022 dan kemudian digantikan oleh Mirdas Taurus Aika. Perusahaan juga menyebut sejak pertengahan 2014, BD lebih banyak fokus pada usaha pribadinya sehingga tidak lagi maksimal menjalankan fungsi kepemimpinan di perusahaan.

Tak hanya itu, manajemen mengklaim BD pernah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) dan menerima uang muka sebesar Rp1 miliar ke rekening pribadi tanpa sepengetahuan perusahaan. Klaim tersebut menjadi salah satu persoalan yang disebut belum terselesaikan hingga kini.

Lebih jauh, PT Cocoman menyatakan telah melaporkan BD ke Polres Sukabumi pada Agustus 2022 terkait dugaan penggunaan keterangan tidak benar atau akta palsu yang disebut merugikan perusahaan. Manajemen mengungkap perkara tersebut telah naik ke tahap tersangka dan masih berproses menuju pelimpahan ke kejaksaan.

Manajemen PT Cocoman menilai laporan yang dilayangkan BD ke Kejati Sulawesi Tengah merupakan bagian dari rangkaian konflik berkepanjangan antara dirinya dan perusahaan. Bahkan, laporan tersebut disebut sebagai laporan balasan kelima yang diajukan BD terhadap manajemen.

Perusahaan juga mengklaim telah berperan besar dalam membangun karier dan reputasi BD di sektor pertambangan sejak 2012.

Menurut manajemen, posisi dan kewenangan yang diberikan perusahaan membuat nama BD dikenal luas di dunia usaha pertambangan, khususnya di Kepulauan Riau dan Sulawesi Tengah.

Karena itu, manajemen berharap aparat penegak hukum dapat menangani seluruh laporan secara objektif, profesional, dan independen tanpa terpengaruh konflik internal yang masih berlangsung.

Sementara itu, perkembangan investigasi di Kalimantan Barat diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, terutama jika penelusuran terhadap aliran dana, afiliasi perusahaan, dan dugaan keterlibatan pihak-pihak lain mengarah pada temuan baru dalam perkara yang kini ditangani Kejaksaan Agung.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Nama Budiman Damanik Terseret Investigasi Tambang Kalbar | Monitor Indonesia