BREAKINGNEWS

Jejak Budiman Damanik Disorot dalam Skandal Tambang Kalbar

Jejak Budiman Damanik Disorot dalam Skandal Tambang Kalbar
Kejagung RI. (Dok MI)

Jakarta, MI - Nama Budiman Damanik (BD), mantan Direktur Utama PT Cocoman periode 2012-2022, kembali menjadi perhatian publik setelah disebut dalam investigasi dugaan pelanggaran tata kelola pertambangan di Kalimantan Barat yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung RI.

Kasus tersebut telah menetapkan pengusaha tambang Sudianto alias Aseng sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan. Dalam perkembangan penyelidikan, Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Kalimantan Barat (LI BAPAN Kalbar) mengungkap adanya sejumlah informasi yang mengarah kepada BD.

Ketua LI BAPAN Kalbar, Stevanus Febyan Babaro, mengatakan pihaknya sedang mendalami berbagai data terkait dugaan aliran dana, afiliasi perusahaan, hingga kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga berkaitan dengan jaringan bisnis Aseng.

"Kami mendalami aliran dana, afiliasi perusahaan, serta kemungkinan tindak pidana pencucian uang yang diduga berkaitan dengan jaringan bisnis Sudianto alias Aseng," ujar Stevanus dikutip Rabu (10/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan proses investigasi masih berjalan dan seluruh informasi yang diperoleh masih dalam tahap verifikasi. Tim investigasi saat ini mengumpulkan dokumen serta keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan validitas data yang diterima.

Menurut Stevanus, investigasi tidak hanya berfokus pada perkara yang telah ditangani aparat penegak hukum, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang menjadi objek penyelidikan.

"Kami juga berhati-hati. Apakah ada keterlibatan hukum yang bersangkutan atau tidak, itu masih kami dalami," katanya.

Hingga informasi tersebut dipublikasikan, BD disebut masih berupaya dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait dugaan keterkaitannya dalam perkara tersebut.

Sorotan terhadap BD turut mengingatkan pada konflik berkepanjangan yang pernah terjadi di internal PT Cocoman. Di Sulawesi Tengah, BD diketahui pernah melaporkan PT Cocoman ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah terkait dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan Surat Keputusan Persetujuan Kepentingan Umum Terminal Khusus perusahaan tersebut.

Namun laporan tersebut mendapat bantahan dari manajemen PT Cocoman. Perusahaan menyatakan bahwa saat laporan dilayangkan, aktivitas operasional pertambangan belum berjalan dan perusahaan sedang mengurus persyaratan RKAB di wilayah Morowali Utara.

Manajemen PT Cocoman mengakui BD merupakan mantan Direktur Utama yang diberhentikan pada 28 September 2022 dan kemudian digantikan oleh Mirdas Taurus Aika.

   Perusahaan juga menjelaskan bahwa sejak 2014 BD lebih banyak berfokus pada usaha pribadinya sehingga keterlibatannya dalam operasional perusahaan berkurang.

Selain itu, manajemen mengungkap adanya persoalan internal yang menjadi dasar pemberhentian BD. Salah satunya terkait penerbitan surat perintah kerja (SPK) dan penerimaan uang muka senilai Rp1 miliar ke rekening pribadi tanpa sepengetahuan manajemen perusahaan.

Tak hanya itu, manajemen PT Cocoman menyebut BD telah dilaporkan ke Polres Sukabumi pada Agustus 2022 atas dugaan penggunaan keterangan tidak benar atau akta palsu yang dinilai merugikan perusahaan.

 Menurut manajemen, perkara tersebut telah menetapkan BD sebagai tersangka dan saat ini masih dalam proses pemberkasan untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

PT Cocoman menilai laporan yang diajukan BD ke Kejati Sulawesi Tengah tidak terlepas dari konflik berkepanjangan antara dirinya dan manajemen perusahaan.

,,Bahkan, perusahaan menyebut laporan tersebut merupakan laporan balasan kelima dalam rangkaian perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Di tengah munculnya nama BD dalam investigasi tambang Kalimantan Barat, manajemen PT Cocoman berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara objektif, profesional, dan independen dalam menangani setiap laporan maupun informasi yang berkembang.

Sementara itu, publik masih menunggu hasil pendalaman yang dilakukan LI BAPAN Kalbar untuk memastikan apakah informasi yang mengarah kepada BD memiliki relevansi hukum atau hanya sebatas keterkaitan dalam jaringan bisnis yang sedang ditelusuri.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

Jejak Budiman Damanik Disorot dalam Skandal Tambang Kalbar | Monitor Indonesia