BREAKINGNEWS

IPW: Dugaan Jenderal Pipit Rismanto Diperiksa Propam Polri Terkait Kasus Tambang PT QSS Yang Ditangani Kejagung

IPW: Dugaan Jenderal Pipit Rismanto Diperiksa Propam Polri Terkait Kasus Tambang PT QSS Yang Ditangani Kejagung
Kejagung

Jakarta, MI - Nama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mendadak kembali menjadi pusat perhatian. Bukan karena prestasi atau mutasi jabatan, melainkan setelah Indonesia Police Watch (IPW) mengungkap adanya informasi mengenai dugaan pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Kalimantan Barat itu oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Informasi yang diungkap IPW tersebut disebut berkaitan dengan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS) yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Kasus tersebut telah menyeret pengusaha tambang Sudianto alias Aseng sebagai tersangka.

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Propam Polri mengenai kabar pemeriksaan tersebut, munculnya informasi itu membuat publik kembali menyoroti rekam jejak Irjen Pipit Rismanto yang selama ini dikenal sebagai perwira dengan pengalaman panjang di bidang reserse dan penanganan kejahatan sektor sumber daya alam.

Lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 30 Desember 1972, Pipit merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya banyak dihabiskan di bidang penyidikan, khususnya tindak pidana khusus yang berkaitan dengan pertambangan, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

Namanya mulai dikenal saat menjabat Kapolres Bangka pada 2011 berpangkat AKBP. Dua tahun berselang, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat sebelum kemudian menduduki jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung pada 2015.

Kariernya terus menanjak hingga masuk ke lingkaran elite Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ia pernah menjabat Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter), kemudian menjadi Wakil Direktur Dittipidter pada 2020, dan setahun kemudian dipercaya sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Posisi tersebut menempatkan Pipit dalam sejumlah penanganan kasus berskala nasional. Ia terlibat dalam penyelidikan kasus gagal ginjal akut yang dikaitkan dengan peredaran obat sirup, perkara yang sempat mengguncang perhatian publik karena menyangkut keselamatan anak-anak Indonesia.

Selain itu, namanya juga sempat menjadi sorotan saat menangani polemik tambang ilegal yang mencuat setelah pengakuan Ismail Bolong mengenai dugaan aliran dana dari aktivitas pertambangan tanpa izin.

Pada Maret 2023, Pipit dipercaya memimpin Polda Kalimantan Barat. Selama menjabat Kapolda Kalbar, ia menangani berbagai isu strategis, mulai dari kejahatan lintas negara, narkotika, hingga persoalan pertambangan yang menjadi sektor sensitif di wilayah tersebut.

Namun kini, ketika Kejaksaan Agung tengah membongkar dugaan korupsi tata kelola IUP PT QSS, nama Pipit kembali muncul dalam pusaran perhatian. Informasi mengenai dugaan pemeriksaan oleh Propam Polri memunculkan berbagai spekulasi, meski belum ada konfirmasi resmi dari institusi kepolisian.

Di tengah sorotan itu, Pipit justru baru saja menerima promosi jabatan sebagai Kapolda Jawa Barat. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026. Ia menggantikan Irjen Pol Rudi Setiawan yang mendapat penugasan baru di Bareskrim Polri.

Hingga saat ini, publik masih menunggu kejelasan terkait informasi yang diungkap IPW. Sementara itu, penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola IUP PT QSS terus bergulir di Kejaksaan Agung, membuka kemungkinan munculnya fakta-fakta baru yang dapat memperluas arah penyelidikan.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

IPW: Dugaan Jenderal Pipit Rismanto Diperiksa Propam Polri T | Monitor Indonesia