Jakarta, MI – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melontarkan peringatan keras soal menguatnya rasa takut masyarakat untuk menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, demokrasi akan kehilangan makna jika warga negara merasa terancam saat menyuarakan aspirasi maupun kritik.
Megawati menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak dasar yang dijamin dalam sistem demokrasi. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang menggunakan kekuasaan atau instrumen hukum secara semena-mena hingga membuat masyarakat enggan berbicara.
"Ini adalah demokrasi, dan ini bukannya omong kosong," kata Megawati dalam keterangannya yang dikutip Selasa (16/6/2026).
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kekhawatiran terhadap kondisi ruang publik yang belakangan dianggap semakin sensitif terhadap kritik. Megawati menekankan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam menyampaikan pandangan, tanpa harus dibayangi rasa takut.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab demi memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara aman dan terbuka.
"Saya berani bertanggung jawab. Tapi jangan semena-mena," tegasnya.
Tak hanya berbicara soal masyarakat umum, Megawati juga menyoroti posisi mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai kelompok kritis dalam mengawal jalannya demokrasi.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran dan mengkritisi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Megawati mempertanyakan mengapa mahasiswa harus takut menyampaikan pendapat, padahal mereka merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak konstitusional yang sama.
"Mahasiswa itu masuk atau tidak sebagai warga negara Indonesia? Itu menunjukkan apa, hati kalian tidak teguh. Jadi mustinya jangan takut," ujarnya.
Pernyataan Megawati tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya diukur dari keberadaan pemilu, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu menjamin kebebasan warga untuk berbicara, mengkritik, dan menyampaikan aspirasi tanpa intimidasi. Ketika rasa takut mulai menguasai ruang publik, demokrasi dinilai berada dalam situasi yang patut diwaspadai.

