BREAKINGNEWS

Audit Danantara Usik PT Pos, Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Mencuat

Audit Danantara Usik PT Pos, Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Mencuat
Pengunduran diri mendadak Dirut PT Pos Indonesia terjadi di tengah audit Danantara yang mengungkap indikasi dugaan rekayasa laporan keuangan dan berbagai penyimpangan tata kelola yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Jakarta, MI – PT Pos Indonesia (Persero) tengah diguncang krisis tata kelola.

Di saat Direktur Utama Daud Joseph secara mendadak mengundurkan diri setelah hanya sekitar tiga bulan menjabat, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) justru mengungkap adanya indikasi penyimpangan serius, termasuk dugaan rekayasa laporan keuangan yang kini sedang diaudit dan diinvestigasi.

Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi salah satu BUMN tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 1746.

Di tengah upaya transformasi bisnis menjadi PosIND, perusahaan kini justru menghadapi ujian besar menyangkut integritas tata kelola perusahaan.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan pengunduran diri Daud Joseph yang disampaikan pada 2 Juli 2026 murni merupakan keputusan pribadi dan tidak berkaitan dengan persoalan operasional perusahaan.

Namun, pernyataan berbeda datang dari Danantara. Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan audit yang tengah berjalan menemukan berbagai persoalan yang disebut telah menumpuk selama bertahun-tahun.

"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Rohan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa persoalan di tubuh PT Pos tidak sekadar berkaitan dengan pergantian pimpinan, melainkan menyentuh dugaan penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan.

Danantara menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik yang merusak tata kelola BUMN. Seluruh temuan audit, termasuk dugaan manipulasi laporan keuangan, dipastikan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

"Satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum," ujar Rohan.

Pengunduran diri Daud Joseph menjadi salah satu masa jabatan direktur utama tersingkat dalam sejarah PT Pos Indonesia. Ia baru dilantik pada 11 Maret 2026 dan mengundurkan diri kurang dari empat bulan kemudian.

Kini perhatian publik tertuju pada hasil audit Danantara. Apabila dugaan rekayasa keuangan tersebut terbukti, temuan itu berpotensi membuka babak baru dalam pembenahan tata kelola salah satu BUMN tertua di Indonesia.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

PT Pos Diaudit, Dirut Mengundurkan Diri | Monitor Indonesia