Jakarta, MI – Audit menyeluruh yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka sederet persoalan serius di tubuh PT Pos Indonesia.
Bukan hanya tata kelola yang dinilai bermasalah, Danantara juga mengungkap adanya indikasi dugaan rekayasa keuangan yang kini menjadi objek audit dan investigasi lebih lanjut.
Temuan tersebut mencuat setelah proses due diligence yang dilakukan Danantara menemukan berbagai persoalan yang disebut telah menumpuk selama bertahun-tahun.
Pengungkapan itu bertepatan dengan mundurnya Daud Joseph dari jabatan Direktur Utama PT Pos Indonesia pada 2 Juli 2026.
Managing Director Stakeholders Management & Communications BPI Danantara, Rohan Hafas, menegaskan pembenahan yang dilakukan bukan sekadar perbaikan administrasi, melainkan menyasar persoalan mendasar yang membelit perusahaan pelat merah tersebut.
"PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun," ujar Rohan, Sabtu (4/7/2026).
Ia mengungkapkan Danantara juga menerima berbagai laporan yang mengarah pada dugaan penyimpangan.
"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan," tegasnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa audit Danantara tidak berhenti pada evaluasi kinerja, tetapi telah menyentuh dugaan persoalan yang berpotensi memiliki konsekuensi hukum apabila nantinya terbukti melalui proses audit dan investigasi.
Meski demikian, hingga kini Danantara belum mengungkap siapa pihak yang diduga bertanggung jawab maupun besaran potensi kerugian yang sedang ditelusuri.
PT Pos Buka Suara
Menanggapi berkembangnya isu tersebut, Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyampaikan kepada Monitorindonesia.com bahwa pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph merupakan keputusan pribadi yang disampaikan pada 2 Juli 2026.
Menurutnya, PT Pos Indonesia menghormati keputusan tersebut dan mengapresiasi kontribusi Daud selama memimpin perusahaan.
Iwan menegaskan proses transisi kepemimpinan akan berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang berlaku. Ia juga memastikan operasional perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terdampak.
"Selama proses tersebut berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder," ujarnya.
Sebagai bagian dari Danantara, PT Pos Indonesia, lanjut Iwan, tetap berkomitmen menjalankan amanah pemegang saham, memperkuat kinerja perusahaan, serta melanjutkan agenda transformasi yang sedang berjalan.
"PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik. Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis perusahaan terus berjalan sesuai rencana perusahaan," kata Iwan.
Di tengah komitmen tersebut, publik kini menanti hasil audit dan investigasi Danantara untuk mengetahui sejauh mana dugaan rekayasa keuangan yang diungkap benar-benar terjadi, serta apakah temuan tersebut akan berlanjut ke proses penegakan hukum.
