Jakarta, MI – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sukoharjo mulai mengungkap besarnya dugaan praktik korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Selain mengamankan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, penyidik juga menyita barang bukti berupa logam mulia, uang tunai, serta valuta asing dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, seluruh barang bukti tersebut diamankan saat operasi yang digelar pada Kamis (9/7/2026).
"Tim juga mengamankan barang bukti berupa logam mulia, uang tunai dalam rupiah maupun valuta asing, di antaranya dolar Australia dan dolar Singapura. Nilainya mencapai miliaran rupiah," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (10/7/2026).
KPK menduga perkara ini berkaitan dengan praktik pemerasan yang dilakukan Bupati Sukoharjo terhadap sejumlah perangkat daerah. Meski konstruksi perkara belum dipaparkan secara utuh, penyidik memastikan seluruh fakta masih terus didalami melalui pemeriksaan intensif.
"Kami masih mendalami dugaan tindak pemerasan ini, termasuk kaitannya dengan apa. Konstruksi perkara secara lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers," ujar Budi.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 18 orang dari sejumlah lokasi di Solo Raya. Dari jumlah itu, sembilan orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sementara sisanya diperiksa di wilayah Surakarta.
Rombongan pertama yang tiba di Jakarta terdiri atas empat orang, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan tiga aparatur sipil negara (ASN). Lima orang lainnya yang terdiri atas tiga ASN dan dua pihak swasta kemudian menyusul untuk menjalani pemeriksaan.
KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Seluruh pemeriksaan kini difokuskan untuk mengurai dugaan aliran uang, mekanisme pemerasan, serta peran masing-masing pihak dalam perkara yang tengah menjadi sorotan publik tersebut.
Penyitaan logam mulia, uang tunai, dan valuta asing bernilai miliaran rupiah memperkuat indikasi bahwa penyidik tengah menelusuri dugaan praktik korupsi yang melibatkan transaksi bernilai besar. Hasil gelar perkara dan penetapan tersangka akan diumumkan KPK setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.
