BREAKINGNEWS

Parsindo: Penculikan Jesslyn Merusak Reputasi Pemerintahan Prabowo!

Parsindo: Penculikan Jesslyn Merusak Reputasi Pemerintahan Prabowo!
Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay.(Dok Istimewa)

Jakarta, MI – Dugaan penculikan terhadap atlet golf Jesslyn Wijaya Lay, putri pengusaha Pontu Wijaya, tak hanya menjadi sorotan aparat penegak hukum, tetapi juga memicu kritik keras terhadap kemampuan negara dalam menjamin keamanan warganya.

Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) menilai peristiwa yang terjadi di ruang publik tersebut merupakan tamparan bagi wibawa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Parsindo, Jusuf Rizal, menyebut dugaan penculikan yang terjadi di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, menunjukkan ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat. Menurutnya, apabila seseorang dapat diduga diculik di depan banyak orang lalu diduga dibawa ke luar negeri, maka kredibilitas pemerintah dipertaruhkan.

"Ini berbahaya jika negara tidak bisa melindungi warganya. Apalagi diculik di tempat umum, kemudian dibawa kabur ke luar negeri. Kredibilitas Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dipertaruhkan. Ini pekerjaan mafia yang mau merusak reputasi pemerintahan Prabowo," ujar Jusuf Rizal dalam ketarangannya yang dikirim kepada Monitorindonesia.com, Sabtu (18/7/2026).

Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan era Presiden ke-2 RI Soeharto yang menurutnya menerapkan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Jusuf mendorong pemerintah mengambil langkah keras dalam memberantas pelaku kriminal, termasuk koruptor besar.

Peristiwa yang menimpa Jesslyn sendiri disebut berlangsung dramatis. Atlet golf tersebut diduga dirampas kemerdekaannya saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara dimulai, korban diduga ditutup matanya lalu dibopong oleh beberapa pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. Saat dibawa masuk ke kendaraan, Jesslyn disebut sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar, namun upayanya digagalkan para pelaku.

Mobil tersebut kemudian meninggalkan lokasi, sementara korban tidak lagi dapat dihubungi oleh keluarga maupun kerabatnya. Telepon seluler Jesslyn juga dilaporkan tidak aktif sejak kejadian.

Laporan dugaan penculikan kemudian disampaikan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi disebut telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan keterangan awal untuk mengusut kasus tersebut.

Kasus ini diproses dengan dugaan tindak pidana penculikan dan perampasan kemerdekaan sebagaimana diatur dalam Pasal 450 dan/atau Pasal 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Di tengah proses penyelidikan, muncul fakta yang dinilai janggal. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di restoran lokasi kejadian dilaporkan tidak berfungsi sehingga tidak dapat digunakan untuk merekam detik-detik dugaan penculikan. Aparat masih mendalami apakah kondisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang diselidiki.

Polisi juga telah menelusuri sejumlah lokasi, termasuk kediaman korban di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Namun hingga kini keberadaan Jesslyn belum diketahui.

Hasil penelusuran sementara dari pihak pelapor menyebutkan adanya indikasi perjalanan ke luar negeri. Korban diduga melakukan perjalanan menuju Malaysia pada 14 Juli 2026. Sementara itu, perangkat telepon seluler miliknya disebut sempat terlacak berada di kawasan Puri Jimbaran sebelum akhirnya tidak lagi dapat dipantau.

Penasihat hukum keluarga, Ir. Andi Darti SH MH, berharap penyidik Polres Metro Jakarta Pusat terus menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel.

"Apabila telah diperoleh bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku, kami berharap penanganan perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara tuntas," ujar Andi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Jesslyn Wijaya agar segera melaporkannya kepada penyidik guna membantu proses pencarian, penyelamatan korban, dan penegakan hukum.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

Parsindo: Penculikan Jesslyn Merusak Reputasi Pemerintahan Prabowo! | Monitor Indonesia