BREAKINGNEWS

Bukan Cuma Bea Cukai! KPK Endus Aliran Suap Blueray Cargo ke 4 Pejabat Kemendag

Bukan Cuma Bea Cukai! KPK Endus Aliran Suap Blueray Cargo ke 4 Pejabat Kemendag
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein (Foto: Dok MI/Aan)

Jakarta, MI — Skandal suap yang menyeret jaringan Blueray Cargo dan oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kian melebar. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini membuka peluang membongkar dugaan aliran uang haram yang disebut turut mengalir kepada sejumlah pejabat di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Pengembangan perkara ini menjadi sinyal bahwa kasus suap Blueray Cargo diduga tidak berhenti pada lingkaran pejabat Bea dan Cukai. Penyidik KPK menemukan indikasi adanya sejumlah pemberian kepada pihak lain berdasarkan dokumen dan barang bukti yang telah disita.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, bahkan mengakui adanya temuan pemberian di luar lingkungan Bea dan Cukai.

“Jadi memang itu berdasarkan dokumen atau barang bukti yang kami temukan juga ada beberapa pemberian-pemberian yang kemudian diketahui selain ke pejabat Bea Cukai ada,” kata Taufik kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa jaringan suap dalam perkara Blueray Cargo memiliki jangkauan lebih luas. Sebelumnya, anak buah pemilik Blueray Cargo John Field, Andri, mengungkap adanya dugaan pemberian kepada empat pejabat Kemendag yang disebut dengan nama Adilson, Ronald, Rangga, dan Michael.

KPK belum memastikan apakah keempat nama tersebut akan segera dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Namun, penyidik menegaskan bahwa seluruh pihak yang diduga menerima gratifikasi maupun aliran dana hasil tindak pidana korupsi masih terbuka untuk diperiksa.

“Tapi apakah nanti itu akan dilakukan klarifikasi atau proses pemeriksaan-pemeriksaan di sprindik umum yang saat ini kita sedang atau sudah dikembangkan? Ya kita melihat nanti perkembangan selanjutnya seperti apa,” ujar Taufik.

KPK saat ini tengah menggunakan sprindik umum untuk menelusuri dugaan penerimaan gratifikasi yang berpotensi menyeret tersangka baru. Penyidik belum menetapkan seluruh pihak yang diduga terlibat karena masih memburu aliran dana dan mengurai siapa saja yang diduga menikmati uang hasil praktik korupsi tersebut.

“Karena fokus penyidikan umum ini kan memang penerimaan ya, gratifikasi. Nah makanya kita belum tentukan tersangkanya karena memang masih banyak potensi-potensi di situ untuk berkembang tersangka-tersangka yang lain. Tentunya nanti kita akan update lagi proses penyidikannya seperti apa,” jelas Taufik.

KPK sebelumnya telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru sebagai pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap di lingkungan DJBC.

Satu sprindik telah mengarah pada penetapan tersangka baru, yakni Kepala Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda. Sementara satu sprindik lainnya masih berupa penyidikan umum untuk membongkar dugaan penerimaan gratifikasi oleh pihak-pihak lain.

Dengan adanya temuan baru mengenai dugaan pemberian kepada pejabat di luar institusi Bea dan Cukai, ruang pengembangan perkara ini semakin terbuka lebar. KPK kini memiliki pekerjaan besar untuk membuktikan apakah aliran uang tersebut benar-benar berhenti pada pemberian biasa atau merupakan bagian dari jaringan suap yang terstruktur.

Fakta penting lainnya terungkap dalam putusan perkara John Field dan kawan-kawan. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan praktik suap yang dilakukan jaringan Blueray Cargo tidak hanya mengalir kepada oknum pejabat Bea dan Cukai.

Aliran uang tersebut disebut juga menyentuh sejumlah pihak di luar institusi tersebut.

Temuan itu menjadi pintu masuk penting bagi KPK untuk membongkar dugaan jaringan penerima suap yang lebih luas. Jika dugaan aliran dana kepada pejabat Kemendag terbukti, perkara ini berpotensi berkembang menjadi skandal korupsi lintas kementerian.

Kini publik menunggu keberanian KPK untuk membuka seluruh aliran uang tersebut. Sebab, apabila uang suap memang mengalir ke sejumlah pejabat di luar Bea dan Cukai, maka penetapan tersangka baru hanya tinggal menunggu sejauh mana penyidik mampu mengurai bukti dan menelusuri jejak uangnya.

Topik:

Aldiano Rifki

Penulis

Video Terbaru

Bukan Cuma Bea Cukai! KPK Endus Aliran Suap Blueray Cargo ke 4 Pejabat Kemendag | Monitor Indonesia