BREAKINGNEWS

Polisi Bongkar Jaringan Phishing Internasional Kratos, 8.000 Korban di Sejumlah Negara

Polisi Bongkar Jaringan Phishing Internasional Kratos, 8.000 Korban di Sejumlah Negara
Polisi Bongkar Jaringan Phishing Internasional Kratos, 8.000 Korban di Sejumlah Negara

Jakarta, MI– Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar jaringan phishing-as-a-service (PhaaS) bernama Kratos, sebuah platform yang diduga menjadi pemasok utama perangkat kejahatan siber bagi pelaku phishing di berbagai negara. 

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap pria berinisial MI (25) di Pontianak, Kalimantan Barat, yang diduga sebagai pengembang sekaligus pengelola layanan tersebut.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan terhadap jaringan W3LL Store. Dari hasil investigasi, penyidik menemukan keberadaan platform Kratos yang menyediakan berbagai perangkat phishing lengkap dengan layanan dukungan teknis kepada para pelanggannya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adex Yudiswan, menegaskan penyelidikan dilakukan secara mendalam melalui analisis infrastruktur digital, pemeriksaan perangkat bersama ahli teknologi informasi, hingga pelacakan transaksi aset kripto dan aliran dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal tersebut.

"Dari pengembangan perkara W3LL Store, penyidik menemukan platform lain yang menyediakan phishing tools. Temuan tersebut kemudian didalami hingga mengarah kepada Kratos dan pengembangnya di Indonesia," kata Brigjen Adex Yudiswan, Jumat (24/7/2026).

Hasil penyelidikan menunjukkan Kratos telah digunakan untuk menyerang korban di berbagai negara, termasuk Jerman dan Amerika Serikat. Temuan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum internasional, yakni Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Bundeskriminalamt (BKA) Jerman.

Berdasarkan data dari BKA, sebanyak 7.981 pihak telah teridentifikasi terdampak serangan yang berkaitan dengan penggunaan Kratos. Korban berasal dari instansi pemerintah, perusahaan swasta hingga berbagai organisasi.

Salah satu kasus yang terungkap menunjukkan akun email pimpinan sebuah organisasi berhasil dibobol dan dimanfaatkan untuk mengirimkan faktur palsu senilai 28.146,32 euro kepada pihak lain.

Sementara itu, FBI menemukan keterkaitan Kratos dengan serangan phishing yang menyasar sejumlah lembaga pemerintah di Texas serta perusahaan-perusahaan di Illinois.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Guntur Muhammad Tariq mengatakan kerja sama dengan aparat penegak hukum luar negeri menjadi faktor penting dalam mengungkap luasnya penyebaran platform tersebut.

"Dari pengembangan penyidikan, kami menemukan korban di Jerman dan Amerika Serikat. Informasi tersebut kami sampaikan kepada BKA dan FBI untuk ditindaklanjuti sesuai yurisdiksi masing-masing. Pertukaran informasi ini membantu memperkuat identifikasi korban dan pengembangan perkara," ujarnya.

Data FBI juga mengungkap Kratos memiliki lebih dari 1.784 pelanggan dengan total nilai transaksi mencapai US$317.074 yang seluruhnya dilakukan menggunakan aset kripto. Polisi kini masih memburu para pembeli maupun pengguna layanan tersebut yang diduga terlibat dalam berbagai aksi pencurian data dan penipuan digital.

Setelah mengumpulkan bukti yang cukup, tim penyidik menangkap MI di Pontianak pada 11 Juli 2026. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti elektronik serta menelusuri aset kripto yang diduga berasal dari hasil kejahatan.

Brigjen Adex menegaskan pengungkapan ini bukan sekadar menangkap pelaku, tetapi juga memutus rantai penyedia layanan yang menjadi sumber berbagai aksi kejahatan siber lintas negara.

"Target kami bukan hanya menangkap satu pelaku, tetapi memutus ekosistem yang memungkinkan tools tersebut dikembangkan, diperjualbelikan, dan digunakan untuk menyerang korban," tegas Brigjen Adex.

MI dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain, menelusuri aset hasil kejahatan, jaringan pengguna, serta infrastruktur digital yang mendukung operasi Kratos.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Polisi Bongkar Jaringan Phishing Internasional Kratos, 8.000 Korban di Sejumlah Negara | Monitor Indonesia