Jakarta, MI – Polda Metro Jaya membantah keras kabar yang beredar di media sosial mengenai ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang disebut tewas ditembak orang tak dikenal. Polisi memastikan informasi tersebut tidak benar dan mengategorikannya sebagai hoaks.
"Kami sudah mengonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Informasi tersebut adalah hoaks," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Klarifikasi ini muncul setelah media sosial diramaikan narasi yang menyebut ajudan Febrie Adriansyah menjadi korban penembakan misterius. Isu tersebut menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi karena dikaitkan dengan kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tidak bernyawa di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Dalam unggahan yang viral, bahkan disebutkan bahwa setelah "penjaga rumah" Febrie meninggal dunia, kini ajudannya juga diduga tewas ditembak. Namun hingga kini, Polda Metro Jaya memastikan tidak ada fakta yang mendukung klaim tersebut.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kematian Sutrimo masih terus berjalan. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian maupun memastikan status korban yang disebut-sebut sebagai kepala urusan rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah.
"Masih didalami," ujar Budi saat ditanya mengenai hubungan korban dengan Febrie.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, tenaga medis, hingga pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi kematian Sutrimo.
Di sisi lain, hasil awal olah tempat kejadian perkara (TKP) juga belum menemukan indikasi adanya racun. Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha menegaskan tidak ada temuan racun di lokasi.
"Enggak, enggak, enggak," katanya singkat saat dikonfirmasi wartawan.
Meski demikian, seluruh barang bukti telah diamankan dan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri guna menjalani pemeriksaan ilmiah lebih mendalam. Polisi belum bersedia membuka hasil pemeriksaan karena seluruh proses masih berada pada tahap penyelidikan.
Kasus kematian Sutrimo sendiri terus menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah mencuatnya berbagai perkara hukum yang menyeret nama mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Namun demikian, hingga saat ini aparat penegak hukum belum menyatakan adanya keterkaitan antara kematian Sutrimo dengan perkara-perkara tersebut.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan seluruh perkembangan akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan serta alat bukti yang sah, bukan berdasarkan spekulasi yang beredar di media sosial.
