Kepri, MI – TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar melalui jalur laut di perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau (Kepri). Sebanyak 1,3 ton barang yang diduga ketamine jenis sabuh ditemukan dari sebuah kapal berbendera Tanzania.
Pengungkapan bermula ketika KRI Kerambit-627 dari unsur Guspurla Koarmada I melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV King Sun di Tanjung Berakit, Kamis (6/8/2026).
Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata mengatakan pemeriksaan awal menemukan puluhan karung yang diduga berisi narkoba.
"Berdasarkan pemeriksaan awal di Kodaeral IV, ditemukan 65 karung dengan berat kurang lebih 1,3 ton yang diduga berisi narkoba jenis ketamine," kata Denih, Minggu (9/8/2026).
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menyerahkan MV King Sun kepada Kodaeral IV. Kapal, muatan, serta seluruh dokumen terkait kini menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.
Besarnya barang bukti membuat pengungkapan ini menjadi salah satu penindakan serius terhadap upaya penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Dengan menggunakan asumsi harga sabu Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per gram, nilai ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp1,95 triliun hingga Rp4,55 triliun.
TNI AL tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Penyidik akan menggeledah seluruh kompartemen dan gudang MV King Sun untuk memastikan tidak ada barang terlarang lain yang disembunyikan di dalam kapal.
Selain nilai ekonominya yang fantastis, jumlah barang yang diamankan juga menunjukkan besarnya potensi dampak sosial yang berhasil dicegah aparat.
Dengan asumsi satu gram narkoba dapat dikonsumsi lima orang, pengamanan 1,3 ton barang bukti diperkirakan mencegah potensi penyalahgunaan terhadap sekitar 6,5 juta orang.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi jaringan penyelundup yang memanfaatkan jalur laut untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.
Koarmada RI menegaskan pengawasan wilayah perairan akan terus diperkuat untuk mencegah laut Indonesia dijadikan jalur masuk barang terlarang.
Kasus MV King Sun kini masuk tahap penyelidikan dan penyidikan. Aparat masih mendalami asal-usul muatan, tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.**
