Jakarta, MI – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyoroti seriusnya persoalan tata kelola pemerintahan Indonesia setelah melakukan refleksi perjalanan ke China dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.
Menurut Boyamin, pengalaman melihat langsung perkembangan China memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Pemberantasan korupsi memang harus dilakukan secara tegas, tetapi agenda tersebut tidak boleh berdiri sendiri. P
emerintah juga harus memastikan tata kelola berjalan efektif dan seluruh kebijakan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
Boyamin menilai keberhasilan China tidak hanya ditopang oleh penindakan korupsi yang keras, termasuk hukuman berat dan penyitaan aset, tetapi juga oleh konsistensi pemerintah dalam mengurus kebutuhan dasar masyarakat.
Ia bahkan menempatkan pemberantasan korupsi bukan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintahan.
“Pemberantasan korupsi itu sekarang sudah jadi isu nomor 10. Nomor 1-9 adalah semata-mata tentang kemakmuran rakyat dan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Boyamin, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, pemerintah harus mampu memastikan kebutuhan primer masyarakat terpenuhi. Negara tidak boleh membiarkan rakyat berhadapan dengan kelangkaan barang dan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali.
“Ini betul-betul diurus oleh negara. Lahan-lahan disewakan atau dikerjakan sendiri, sembako melimpah dan harga betul-betul diatur, sehingga tidak terjadi inflasi dan tidak membuat keresahan masyarakat,” ujarnya.
Boyamin menambahkan, persoalan kebutuhan pokok harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut stabilitas sosial. Ketika masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, keresahan dan ketidakstabilan dapat dengan mudah muncul.
Ia juga menyoroti perkembangan sejumlah wilayah di China yang menunjukkan bahwa pembangunan dan pemerataan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.
Boyamin mencontohkan Chongqing di wilayah barat China. Menurut dia, pembangunan di kawasan tersebut memperlihatkan bagaimana infrastruktur dan lingkungan dapat diubah menjadi sumber aktivitas ekonomi sekaligus ruang publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu yang menarik perhatiannya adalah perubahan kawasan Sungai Yangtze. Wilayah yang sebelumnya dinilai kurang terawat kini berkembang menjadi kawasan wisata dan ruang aktivitas masyarakat yang ramai, bahkan pada malam hari.
“Jadi yang saya lihat, pembangunan itu betul-betul diarahkan untuk kemakmuran rakyat,” katanya.
Selain kebutuhan pokok, Boyamin menyebut pendidikan sebagai prioritas berikutnya. Pembangunan sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas masyarakat.
“Nomor dua pendidikan, itu otomatis sudah kita ketahui bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, kesehatan menjadi sektor penting berikutnya yang menurut Boyamin mendapat perhatian besar. Ia melihat perkembangan fasilitas dan teknologi kesehatan di China semakin pesat.
“Banyak rumah sakit yang bermunculan dengan segala teknologinya, termasuk misalnya dulu transplantasi liver atau hati yang pernah dialami Pak Dahlan Iskan, itu sekarang semakin maju,” tuturnya.
Bagi Boyamin, pengalaman tersebut menjadi cermin bagi Indonesia. Pemberantasan korupsi harus tetap menjadi agenda utama karena korupsi menggerogoti keuangan negara dan merusak tata kelola. Namun, penindakan harus berjalan beriringan dengan pembenahan birokrasi, penguatan pelayanan publik, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta pembangunan pendidikan dan kesehatan.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan pemerintahan pada akhirnya bukan sekadar berapa banyak kasus korupsi yang dibongkar, melainkan seberapa jauh negara mampu menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi rakyat.
Dengan demikian, refleksi Boyamin ke China menjadi kritik sekaligus tantangan bagi pemerintah Indonesia: perang terhadap korupsi jangan berhenti pada penangkapan dan penghukuman, tetapi harus berujung pada perbaikan tata kelola dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
