Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan uang ratusan juta rupiah di balik penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Dugaan itu mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama sejumlah pejabat kampus.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, uang tersebut diduga berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa baru di Unsoed. Fakultas Kedokteran menjadi salah satu yang tengah didalami penyidik.
"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran," kata Budi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Budi menyebut nilai uang yang diduga diberikan untuk memuluskan masuk Fakultas Kedokteran mencapai ratusan juta rupiah. Namun, KPK belum membeberkan jumlah pastinya.
"Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana," ungkap Budi.
KPK kini menelusuri apakah dugaan praktik tersebut hanya terjadi di Fakultas Kedokteran atau juga merambah fakultas lain di Unsoed.
"Nanti tim tentu akan dalami apakah praktik-praktik ini hanya terjadi pada penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran atau juga terjadi di fakultas-fakultas lainnya," jelasnya.
Dalam OTT itu, KPK mengamankan Akhmad Sodiq serta dua Wakil Rektor Unsoed, Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno. Penyidik juga mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah yang menjadi bagian dari pendalaman perkara.
KPK masih memeriksa para pihak yang diamankan. Status tersangka belum ditetapkan karena penyidik masih memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Sampai saat ini, KPK belum mengungkap siapa yang menyerahkan dan menerima uang tersebut, bagaimana mekanismenya, serta berapa total uang yang diduga terkait penerimaan mahasiswa baru.
Jika penyidik menemukan praktik serupa di fakultas lain, perkara ini berpotensi melebar dari dugaan awal yang mengarah ke Fakultas Kedokteran.
