RIZA CHALID: Penguasa Lobi Migas hingga Buronan Internasional
.webp)
Infigrafis, MI - Muhammad Riza Chalid kembali menjadi sorotan publik setelah jejak namanya berulang kali muncul dalam berbagai skandal sektor minyak dan gas nasional selama hampir dua dekade terakhir.
Sosok yang kerap disebut berpengaruh di balik layar bisnis energi itu kini berstatus buronan internasional.
Kasus yang menyeret namanya bermula dari skandal impor minyak mentah Zatapi pada 2008. Dalam perkara itu, harga minyak diduga digelembungkan melalui perusahaan terafiliasi sehingga menimbulkan kerugian bagi Pertamina sekitar Rp65 miliar. Namun, kasus tersebut dihentikan melalui penerbitan SP3.
Nama Riza kembali mencuat pada 2015 saat pemerintah membongkar tata kelola migas melalui reformasi di tubuh Petral. Saat itu, ia disebut sebagai pemain lama yang memiliki pengaruh kuat dalam perdagangan minyak nasional.
Sorotan semakin tajam ketika Kejaksaan Agung mengusut mega kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023. Dalam perkara itu, kerugian negara disebut mencapai Rp285,18 triliun, dan Riza Chalid bersama putranya ditetapkan sebagai tersangka.
Perkembangan terbaru, Riza masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 19 Agustus 2025 setelah mangkir dari panggilan penyidik. Statusnya meningkat menjadi buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026.
Topik:
